Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Jangan Salah, Masa Inkubasi Virus Omicron Hanya Tiga Hari

Kamis 27 Jan 2022 14:59 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Seseorang terpapar Omicron akan menunjukan gejala setelah tiga hari setelah infeksi.

Seseorang terpapar Omicron akan menunjukan gejala setelah tiga hari setelah infeksi.

Foto: www.freepik.com.
Seseorang terpapar Omicron akan menunjukan gejala setelah tiga hari setelah infeksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini, Omicron menyebabkan 99,5 persen infeksi Covid-19 di AS. Jumlah yang mengejutkan mengingat virus ini hanya terdeteksi di AS pada awal Desember lalu. 

Berdasarkan data tersebut, para peneliti melakukan studi terkait masa inkubasi omicron, yaitu jumlah waktu yang dibutuhkan dari saat seseorang terinfeksi hingga mulai menunjukkan gejala.

Baca Juga

Sebuah studi baru-baru ini dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganalisis data dari enam orang yang tertular varian omicron dari SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. Mereka menemukan bahwa 73 jam (atau tiga hari) adalah masa inkubasi khas untuk pasien. 

Namun, ada kisaran di mana beberapa pasien mengembangkan gejala lebih dini, yakni 33 jam setelah terpapar, dan beberapa menjadi bergejala setelah 75 jam. 

Gejala-gejala tersebut, menurut laporan CDC lainnya, biasanya meliputi batuk, kelelahan, hidung tersumbat, dan pilek. Peneliti CDC menunjukkan bahwa masa inkubasi omicron jelas lebih pendek daripada SARS-CoV-2 asli, yakni lima hari atau lebih, dan varian delta yang diketahui selama empat hari.

Pada akhir Desember, CDC mempersingkat waktu isolasi setelah seseorang didiagnosis dengan Covid-19. CDC  merekomendasikan agar seseorang mengisolasi diri selama lima hari, asalkan gejala lebih baik atau tidak menunjukkan gejala. Kemudian, tetap menggunakan masker selama lima hari ke depan.

CDC mengatakan, penelitian menemukan bahwa kebanyakan orang menyebarkan SARS-CoV-2 dalam satu hingga dua hari sebelum mereka mengembangkan gejala, dan dua hingga tiga hari setelahnya. Jadi, dengan pertimbangan itu, kebanyakan orang menularkan omicron selama sekitar lima hari.

“Terlepas dari lamanya waktu menularkan omicron, variannya jauh lebih menular daripada varian sebelumnya,” kata spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine, William Schaffner, dilansir Prevention, Kamis (27/1/2022).

“Omicron sangat menular. Sangat sulit untuk menghambat penyebarannya berdasarkan populasi,” tambah Schaffner.

Profesor dan kepala penyakit menular di University at Buffalo di New York, Thomas Russo, menjelaskan, masa inkubasi lebih pendek menunjukan bahwa seseorang harus mempertimbangkan melakukan isolasi mandiri lebih cepat ketika diketahui pernah terpapar. Saat ini, CDC merekomendasikan agar melakukan uji Covid-19 mandiri setidaknya lima hari setelah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang memiliki Covid-19. 

Baca juga : Temuan Dokter Mata: Infeksi Omicron Juga Pengaruhi Penglihatan

“Anda ingin melakukan tes di rumah setelah sekitar hari ketiga terpapar sehingga Anda dapat mengisolasi diri dari orang lain jika Anda positif,” kata dia.

Masa inkubasi omicron yang lebih pendek hampir sama dengan flu, yakni memiliki masa inkubasi satu sampai empat hari.

"Ini jelas lebih mirip flu," kata Russo.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA