Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Lampard Geser Pereira Sebagai Kandidat Terkuat Pelatih Anyar Everton

Jumat 28 Jan 2022 08:38 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Mantan pelatih Chelsea Frank Lampard menjadi kandidat kuat pelatih baru Everton.

Mantan pelatih Chelsea Frank Lampard menjadi kandidat kuat pelatih baru Everton.

Foto: EPA-EFE/Richard Heathcote
Lampard muncul sebagai opsi pelatih yang bisa meredakan ketidakpuasan fan Everton.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Pemilik Everton, Farhad Moshiri, dikabarkan akan menggelar putaran final wawancara dengan sejumlah pelatih dalam upaya mencari pengganti Rafael Benitez di kursi pelatih the Toffees. Dalam putaran final tersebut, Moshiri kabarnya akan mewawancarai tiga pelatih, mulai dari Vitor Perreira, Frank Lampard, dan Duncan Ferguson.

Namun, dari tiga nama pelatih ini, Frank Lampard muncul sebagai kandidat utama pelatih the Toffees. Padahal, sebelumnya Moshiri dikabarkan terkesan dengan Vitor Pereira. Pelatih asal Portugal itu pun digadang-gadang bakal menjadi pelatih Everton.

Baca Juga

Kendati begitu, Pereira justru mendapatkan penolakan dari fan Everton. Sebuah grafiti di Stadion Goodison Park bertuliskan, ''Pereira Out, Lampard In''. Kondisi ini dikabarkan membuat Moshiri mulai mempertimbangkan ulang soal penunjukan Pereira sebagai pelatih anyar Everton.

''Dengan begitu, setelah Moshiri menggelar berbagai sesi wawancara dengan sejumlah pelatih, Lampard muncul sebagai kandidat paling kuat untuk menangani Everton. Selain itu, Duncan Ferguson, yang saat ini menjabat sebagai caretaker tim utama Everton, juga dipertimbangkan untuk menukangai Everton dengan status pelatih tetap,'' tulis laporan BBC, Jumat (28/1/2022).

Rencananya, Moshiri akan melakukan putaran terakhir sesi wawancara dengan sejumlah pelatih pada Jumat (28/1/2022) waktu setempat. Berdasarkan hasil wawancara di putaran terakhir ini, Moshiri diharapkan sudah mendapatkan satu nama sebagai pelatih anyar Everton.

Dari segi torehan prestasi, Lampard berhasil membawa Chelsea finis di peringkat keempat Liga Inggris dan partai final Piala FA dalam satu musim penuh menukangi the Blues. Manajemen Chelsea akhirnya sepakat mengakhiri kerja sama dengan Lampard pada Januari 2021. Posisi Lampard digantikan oleh Thomas Tuchel.

''Lampard sepertinya muncul sebagai opsi pelatih yang bisa meredakan kekecewaan dan ketidakpuasan dari fan Everton. Namun, Lampard masih harus menunggu keputusan dari Moshiri,'' lanjut laporan BBC.

Terlepas dari pelatih yang akan ditunjuk Moshiri, pelatih tersebut memiliki tantangan berat untuk bisa mengangkat performa the Toffees. Hanya bisa memetik satu kemenangan dari 14 laga di partai Liga Primer Inggris, Everton terpuruk di peringkat ke-16. Tim asal Merseyside itu bahkan hanya terpaut empat poin dari zona degradasi.

Penampilan buruk Everton di atas lapangan, terutama saat dibekuk Aston Villa, 0-1, akhir pekan lalu, memicu protes dari kelompok suporter the Toffees. Suporter Everton meminta Moshiri untuk memecat seluruh jajaran direksi klub, termasuk pemimpin Dewan Direksi, Bill Kenwright.

Protes suporter Everton ini pun berlanjut pada pertengahan pekan ini. Selain memadati kantor pusat Everton, ratusan penggemar Everton juga berkumpul di Stadion Goodison Park untuk menyuarakan protes terhadap kondisi buruk yang tengah dialami tim kesayangannya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA