Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

China Minta AS Setop Intervensi Olimpiade Beijing

Kamis 27 Jan 2022 17:29 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani

 Para gadis berdiri di samping Bing Dwen Dwen, Maskot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 dan Shuey Rhon Rhon, Maskot Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022, di Beijing, Tiongkok, 24 Januari 2022. Tiongkok dijadwalkan menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022 di Februari, menjadikan ibu kotanya sebagai kota pertama di dunia yang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas (2008) dan Musim Dingin (2022).

Para gadis berdiri di samping Bing Dwen Dwen, Maskot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 dan Shuey Rhon Rhon, Maskot Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022, di Beijing, Tiongkok, 24 Januari 2022. Tiongkok dijadwalkan menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022 di Februari, menjadikan ibu kotanya sebagai kota pertama di dunia yang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas (2008) dan Musim Dingin (2022).

Foto: EPA-EFE/WU HONG
China telah mengecam aksi boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin Beijing

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Pemerintah China meminta Amerika Serikat (AS) berhenti melakukan campur tangan dalam penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Beijing. Permintaan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi saat melakukan percakapan via telepon dengan Menlu AS Antony Blinken, Kamis (27/1/2022).

Menurut rilis yang diunggah di laman resmi Kementerian Luar Negeri China, pada kesempatan itu, Wang juga mendesak AS mengakhiri dukungannya terhadap Taiwan. Negeri Tirai Bambu memang mengklaim bahwa Taipei merupakan bagian dari wilayahnya.

Baca Juga

Wang pun mengeluhkan kebijakan politik dan ekonomi AS yang tetap keras terhadap Beijing di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden. Padahal ada keinginan untuk hubungan yang tidak terlalu konfrontatif antara kedua negara.

Selain AS, negara seperti Inggris, Kanada, Australia, Jepang, dan Denmark turut memutuskan untuk melakukan boikot diplomatik terhadap penyelenggraan Olimpiade Musim Dingin Beijing yang dijadwalkan digelar pada 4 Februari mendatang. Dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan China termasuk terhadap Muslim Uighur, menjadi landasan mereka mengambil keputusan itu. Namun negara-negara terkait tetap mengizinkan para atletnya untuk berpartisipasi dalam ajang olahraga tersebut.

China telah mengecam aksi boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin Beijing yang diambil sejumlah negara. China menilai, olimpiade seharusnya tidak dimanfaatkan untuk panggung politik.  

“Olahraga tidak ada hubungannya dengan politik. Olimpiade Musim Dingin (Beijing) bukan panggung untuk sikap politik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada Desember tahun lalu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA