Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Polisi Mulai Identifikasi 17 Jenazah Korban Pembakaran di Kota Sorong

Kamis 27 Jan 2022 12:47 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Seorang laki-laki berdiri di luar klub malam yang dibakar setelah dua kelompok bentrok hingga terjadi pembakaran Karaoke Doubel0 di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Selasa (25/1/2022).

Seorang laki-laki berdiri di luar klub malam yang dibakar setelah dua kelompok bentrok hingga terjadi pembakaran Karaoke Doubel0 di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Selasa (25/1/2022).

Foto: AP/AP
Insiden dua kelompok membuat 17 orang dalam Karaoke Doubel0 hangus terbakar.

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG -- Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri tiba di Sorong, Provinsi Papua Barat, Kamis (27/1/2022), untuk mengidentifikasi 17 jenazah korban pembakaran Karaoke Doubel0 saat pertikaian dua kelompok warga di Kota Sorong pada Selasa (25/1/2022). Tim DVI Mabes Polri tersebut telah mulai melakukan identifikasi 17 jenazah yang tidak dapat dikenali lagi oleh keluarga, karena hangus terbakar.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Adam Erwindi mengatakan, insiden pertikaian dua kelompok warga tersebut mengakibatkan 18 orang meninggal dunia. Satu orang meninggal akibat dibacok, dan 17 orang meninggal akibat terbakar dalam Karaoke Doubel0 yang dibakar massa.

Baca Juga

Dia mengatakan, ke-17 jenazah korban tersebut hangus terbakar, sehingga tidak dapat dikenali. Karena itu, tim DVI Pusdokkes Polri turun untuk melakukan identifikasi jenazah sesuai nama yang sudah diperoleh.

Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes drg Ahmad Fauzi yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan,  proses DVI dilakukan dalam empat fase. Pertama adalah olah tempat kejadian perkara (TKP) yang sudah dilakukan. Fase kedua adalah pemeriksaan jenazah atau postmortem untuk mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri yang terlihat pada jenazah.

Kemudian fase ketiga adalah pengumpulan data antemortem atau data fisik khas dan ciri-ciri dari korban sebelum meninggal dari keluarga korban. "Dan fase keempat adalah rekonsiliasi pencocokan data yang diperoleh dari keluarga korban dan data fisik jenazah yang diperoleh di kamar jenazah," ujar Ahmad.

Dia menjelaskan, proses identifikasi ada empat fase cukup panjang, sehingga diharapkan kesabaran keluarga korban. "Namun kami akan berupaya bekerja maksimal untuk secepatnya mengidentifikasi 17 jenazah korban jiwa akibat pertikaian di Sorong tersebut," kata Ahmad.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA