Rabu 26 Jan 2022 16:27 WIB

Polri Sudah Identifikasi Pelaku Bentrok di Sorong, Tapi Belum Ditangkap

Prioritas kepolisian di Sorong saat ini mengondisikan situasi kondusif dan aman.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani
Seorang petugas polisi berdiri di luar klub malam yang dibakar di Sorong, provinsi Papua Barat, Indonesia, Selasa, 25 Januari 2022.
Foto: AP/ap
Seorang petugas polisi berdiri di luar klub malam yang dibakar di Sorong, provinsi Papua Barat, Indonesia, Selasa, 25 Januari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepolisian di Papua Barat sudah mengidentifikasi para pelaku kerusuhan mematikan yang terjadi di Kota Sorong, Senin (24/1) malam waktu setempat. Namun pihak kepolisian, belum mampu melakukan penangkapan terhadap para pelaku kerusuhan yang menewaskan 18 orang tersebut. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Ahmad Ramadhan mengatakan, tim kepolisian masih terus melakukan pendalaman. 

“Terkait dengan bentrokan di Sorong, Papua Barat, saat ini pelakunya sudah teridentifikasi. Namun belum dilakukan penangkapan. Masih diidentifikasi, dan masih dilakukan pendalaman terhadap para pelaku-pelaku tersebut,” ujar Ramadhan, di Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu (26/1).

Baca Juga

Ramadhan mengaku, belum mendapatkan keterangan pasti dari Polda Papua Barat mengapa para pelaku bentrokan tersebut, belum ditangkap. Namun dikatakan Ramadhan, prioritas kepolisian setempat saat ini, mendahulukan situasi yang kondusif dan aman di Sorong, sebelum memastikan penegak hukum.

“Yang terpenting saat ini adalah, memastikan Kota Sorong, bisa aman kembali, bisa kondusif dan terkendali,” ujar Ramadhan.

Tim kepolisian, kata dia, sudah menerjunkan aparat Brimob untuk menetralisir situasi di Kota Sorong pascabentrokan maut. Termasuk, kata Ramadhan, dengan mengandalkan peran para tokok masyarakat, dan kalangan adat, serta agamawan untuk mencegah terjadinya bentrokan lanjutan.

Adapun dalam proses penyelidikan, kata Ramadhan, tim kepolisian, masih menyisir satu per satu penyebab bentrokan. Menurut dia, tim penyelidikan, juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi hiburan karaoke Double 0 yang dibakar dan menewaskan 17 orang di dalamnya.

Bentrokan maut terjadi di Kota Sorong, Papua Barat, pada Senin (24/1/2022) malam waktu setempat. Bentrokan tersebut, membuat 18 orang tewas mengenaskan. Satu yang tewas, dikatakan karena bacokan.

Sedangkan 17 lainnya, hilang nyawa di dalam tempat karaoke yang dibakar. Atas insiden ini, Mabes Polri memerintahkan kepolisian di Papua Barat untuk penuntasan kasus tersebut.

“Saat ini sedang dilakukan penyelidikan untuk mengungkap aktor intelektual, dan pelaku dari dua kelompok yang bentrokan tersebut,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal (Irjen) Dedi Prasetyo, di Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Sementara dari Polda Papua Barat memastikan, bentrokan yang menewaskan 18 orang di Kota Sorong, bukan pertikaian antara kelompok sesama asli Papua (OAP) dengan suku pendatang dari luar Papua. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Papua Barat, Komisaris Besar (Kombes) Adam Erwindi mengatakan, dari penyelidikan sementara ini, pada Selasa (25/1) teridentifikasi kejadian mematikan di tempat karaoke Doubel 0 tersebut, dilakoni oleh sesama kelompok pendatang dari luar Papua (non-AOP).

“Itu bentrokan bukan sesama orang Papua. Bukan OAP (orang Papua) dengan pendatang. Tetapi, itu pertikaian antar kelompok, suku dari luar Papua,” begitu kata Adam saat dihubungi Republika, dari Jakarta, Selasa.

Menurut dia, tercatat 18 orang meninggal dunia. Satu tewas karena perkelahian. Sedangkan 17 orang lainnya, diketahui tewas di dalam tempat hiburan yang dibakar saat bentrokan terjadi. 

“Yang meninggal dunia 17 orang di dalam (terbakar) sulit untuk diidentifikasi. Yang satu meninggal karena perkelahian,” ujar Adam menambahkan.

Dikatakan dia, saat ini, Polres Kota Sorong, bersama Polda Papua Barat, terus melakukan penyelidikan terkait bentrok antar orang-orang luar Papua tersebut. “Penegakan hukum tetap kita lakukan,” ujar Adam.

Tetapi, ia menegaskan, paling penting saat ini, kepolisian, bersama tokoh-tokoh masyarakat setempat, menghendaki agar bentrokan tak kembali terjadi.

“Jadi prioritasnya saat ini, adalah memastikan Kota Sorong, tetap kondusif, dan aman. Dan saat ini, sudah kondusif, dan sudah aman. Situasi sudah aman. Penegakan hukum tetap dilakukan,” terang Adam.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement