Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Pemerintah Beli 6 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Ahad 16 Jan 2022 22:45 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Logo Kementerian Kominfo. Pemerintah Indonesia pada Ahad (16/1/2022) telah menerima enam juga dosis vaksin Covid-19 yang dibeli langsung dari Sinovac

Logo Kementerian Kominfo. Pemerintah Indonesia pada Ahad (16/1/2022) telah menerima enam juga dosis vaksin Covid-19 yang dibeli langsung dari Sinovac

Foto: kominfo.go.id
Dengan datangnya vaksin yang lancar, pemerintah pastikan ketersediaan vaksin aman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia pada Ahad (16/1/2022) telah menerima enam juga dosis vaksin Covid-19 yang dibeli langsung dari Sinovac untuk menjamin stok vaksin di Tanah Air aman.

Seluruh vaksin yang datang akan segera didistribusikan ke sejumlah wilayah yang memerlukan dalam rangka program vaksinasi nasional. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi anak 6-11 tahun dan vaksin booster. "Dengan datangnya vaksin yang lancar, pemerintah pastikan ketersediaan vaksin aman," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.

Baca Juga

Pemerintah menilai ketersediaan vaksin Covid-19 sangatlah penting, terlebih dengan program pemberian vaksin booster demi meningkatkan kembali perlindungan kepada masyarakat. Program vaksinasi tengah dilakukan dengan gencar dan masif dengan sasaran masyarakat umum di Indonesia.

Selain pemberian vaksin booster, pemerintah juga tetap meningkatkan program vaksinasi di daerah-daerah, khususnya yang capaian vaksinasinya masih relatif rendah. Pada 2022, pemerintah menargetkan minimal 70 persen penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap.

Di samping itu, Johnny kembali mengingatkan masyarakat luas untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar program penanganan dan pengendalian Covid-19 di Indonesia bisa optimal. Hal itu kembali ditegaskan Johnny menyusul mulai terjadinya peningkatan kasus Covid-19 akibat kemunculan varian mutasi Omicron.

Masyarakat yang belum menerima vaksin Covid-19 diminta juga untuk tidak menunda-nunda. "Pemerintah mengimbau dan mengajak masyarakat yang belum divaksinasi untuk segera divaksinasi demi melindungi diri dan orang terdekat." tegasnya.

Ia juga mengimbau pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu strategi antisipasi utama membendung penyebaran varian Omicron di daerah. Menurutnya, upaya peningkatan kedisiplinan di daerah tersebut harus berjalan beriringan dengan berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan oleh pemerintah untuk menghindari penyebaran varian Omicron secara luas.

"Penggunaan aplikasi PeduliLindungi sangat penting sebagai bagian dari kedisiplinan yang menjadi kunci utama bagi kita dalam menangani pandemi Covid-19," kata Johnny.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA