Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

207.852 Anak di Kabupaten Cirebon Jadi Target Vaksinasi 

Ahad 26 Dec 2021 22:19 WIB

Rep: Lilis sri handayani/ Red: Friska Yolandha

Sebanyak 207.852 anak di Kabupaten Cirebon menjadi target vaksinasi Covid-19.

Sebanyak 207.852 anak di Kabupaten Cirebon menjadi target vaksinasi Covid-19.

Foto: AP/Firdia Lisnawati
Kabupaten Cirebon sudah dapat memulai vaksinasi anak karena masuk PPKM Level 1.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Sebanyak 207.852 anak di Kabupaten Cirebon menjadi target vaksinasi Covid-19. Vaksinasi tersebut akan terus digenjot saat anak-anak sudah masuk pembelajaran semester dua di sekolah masing-masing.

Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, mengatakan, vaksinasi Covid-19 terhadap anak-anak berusia 6-11 tahun sudah bisa dilakukan di Kabupaten Cirebon. Pasalnya, saat ini Kabupaten Cirebon sudah masuk PPKM Level 1. 

Baca Juga

Masuknya Kabupaten Cirebon dalam level 1 PPKM itu dikarenakan proses vaksinasi tahap pertama sudah mencapai lebih dari 70 persen. Begitu pula dengan capaian vaksinasi Covid-19 terhadap lansia.

"Vaksin pertama sudah mencapai 79,4 persen. Sedangkan untuk lansia sudah mencapai 90 persen," kata perempuan yang akrab disapa Ayu tersebut, dalam acara Gebyar Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Usia 6-11 Tahun Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/12).

Dalam pelaksanaan vaksinasi anak perdana itu, ditargetkan sebanyak 230 anak bisa divaksinasi. Untuk tahap selanjutnya, vaksinasi anak akan dilakukan ketika pembelajaran sekolah sudah kembali aktif pada semester kedua. 

"Kalau sekarang sedang libur, jadi agak sulit untuk mengumpulkannya," kata Ayu. 

Selain kepada para pelajar, vaksinasi anak juga akan menyasar para santri di sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Cirebon.  Ayu juga meminta kepada para orang tua dan pendidik, untuk bisa memberikan edukasi kepada anak atau muridnya tentang vaksinasi. Dengan demikian, anak-anak tidak takut divaksinasi.

Ayu berharap, dengan adanya vaksinasi tersebut, daya tahan tubuh anak bisa lebih meningkat. Dengan demikian, maka proses pembelajaran secara tatap muka bisa segera dilakukan. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA