Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Dokter Sebut Diet tak Hanya Soal Turun Berat Badan

Selasa 14 Dec 2021 21:37 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Diet sehat bukan semata jumlah atau nilai dari berat badan yang berhasil diturunkan (ilustrasi).

Diet sehat bukan semata jumlah atau nilai dari berat badan yang berhasil diturunkan (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Diet bukan semata defisit kalori.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia dr Cut Hafiah mengatakan diet sehat bukan semata jumlah atau nilai dari berat badan yang berhasil diturunkan.

"Diet bukan semata-mata jumlah atau nilai. Bukan dari berapa banyak tetapi bagaimana mengubah semuanya (pola hidup)," ujarnya yang berpraktik di SKYN Clinic itu dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/12).

Baca Juga

Hafiah mengatakan, gaya hidup yang perlu diubah mulai dari pola makan yang semula mengonsumsi camilan berlebihan menjadi lebih terarah dan makan lebih teratur. Kemudian dari yang semula terlalu sering sendeter atau banyak duduk menjadi mulai bergerak misalnya berolahraga rutin. 

Pada akhirnya, penurunan berat badan yang memang ingin dicapai seseorang dari upaya diet mencakup perubahan gaya hidup menjadi sehat. "Penurunan berat badan sukses bukan sebanyak-banyaknya tetapi mengubah gaya hidup yang tadinya sedentary lifestyle sekarang berolahraga terus, yang tadinya snacking berlebihan sekarang lebih terarah," kata Hafiah.

Di sisi lain, upaya diet sehat juga mencakup menerapkan pola tidur tepat waktu demi menjaga metabolisme tetap baik, seperti yang dilakukan penyanyi Reza Artamevia. Berawal dari kebiasaan mengemil, stres akibat terbatasnya aktivitas dan ruang gerak, berat badan pun Reza naik hingga 73,4 kilogram. 

Dia lalu termotivasi untuk hidup lebih sehat dengan konsisten mengikuti program diet sehat. Setelah mengikuti diet, dia bisa menurunkan berat badannya dalam dua pekan.

"Diet bukan semata defisit kalori. Jadi, perbaiki pola hidup misalnya makan teratur, makan lebih sehat, dibantu treatment-treatment seperti obat dan tindakan, serta olahraga," ujar Hafiah.

Dia mengatakan, saat ini masih banyak orang yang mengeluh bertambahnya berat badan karena kebiasaan tidak sehat yang dikembangkan. Hal ini sebenarnya dapat dicegah dengan menerapkan disiplin dalam mengatur pola makan yang sehat dengan gizi seimbang.

Menurut Hafiah, hal terpenting jangan lupa sarapan dan kurangi camilan manis atau minyak berlebihan, perbanyak asupan buah sebagai tambahan antioksidan dan berolahraga ringan di rumah agar berat badan bisa lebih terjaga. Penelitian memperlihatkan stres dapat mengubah asupan makanan secara keseluruhan. 

Kondisi ini dapat membuat seseorang kurang mampu mengendalikan keinginannya untuk terus makan. Akibatnya, yang tadinya ingin menurunkan berat badan malah kesulitan untuk mengontrol pola makannya.

Hal ini kemudian mendorong founder SKYN Clinic, Yoyo Hartoyo, menyuarakan program menurunkan berat badan yang menyenangkan tanpa membuat pasien merasa stres dalam menjalaninya. Salah satu program yang dia suarakan yakni diet sehat "Berharap Tak Berlemak", atau dikenal juga dengan diet D8. Program diet ini dipersonalisasikan berdasarkan kebutuhan setiap pasien dan diklaim bisa membantu pasien menurunkan berat badan hingga 35 kilogram dalam empat bulan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA