Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Satu Juta Vaksin Covid-19 di Nigeria Kedaluwarsa 

Rabu 08 Dec 2021 17:19 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Petugas berkendara membawa boks berisi vaksin AstraZeneca di Sabon Kuje, di pinggiran Abuja, Nigeria, Senin (6/12). Sebanyak satu juta vaksin Covid-19 di Nigeria diperkirakan telah kedaluwarsa di Nigeria bulan lalu.

Foto:
Kehilangan stok vaksin menjadi pukulan bagi Nigeria yang tingkat vaksinasinya rendah.

Kehilangan dosis vaksin dalam jumlah sangat besar di Nigeria menjadi pukulan tersendiri. Hingga saat ini, tingkat vaksinasi di Nigeria masih sangat rendah. Dari sekitar 200 juta populasi Nigeria, hanya 4 persen yang sudah menerima vaksinasi lengkap.

Sistem kesehatan Nigeria mengalami kekurangan anggaran, sehingga pasokan medis mereka sangat terbatas. Lemari pendingin yang digunakan untuk menyimpan vaksin harus dinyalakan menggunakan generator, dengan bahan bakar yang mahal. Di sisi lain, jutaan warga di daerah yang dilanda pemberontakan tidak dapat dijangkau oleh petugas medis.

“Fondasinya tidak kuat. Dan jika Anda tidak memiliki fondasi yang kuat, tidak banyak yang dapat Anda bangun di atasnya,” kata Menteri Kesehatan Nigeria, Osagie Ehanire.

Menurut data WHO, sejauh ini hanya 7,5 persen atau 102 juta dari total populasi Afrika telah menerima vaksinasi lengkap. Sejumlah kendala telah dihadapi dalam meningkatkan kampanye vaksinasi di Afrika. Beberapa kendala di antaranya, kekurangan staf, peralatan dan dana.  Selain itu, umur simpan vaksin yang pendek tidak dapat membantu negara-negara Afrika.

Sudan Selatan dan Republik Demokratik Kongo, sangat membutuhkan vaksin. Mereka harus mengembalikan beberapa vaksin karena tidak dapat mendistribusikannya secara tepat waktu. Sementara Namibia memperingatkan bahwa, mereka kemungkinan harus menghancurkan ribuan dosis vaksin yang kadaluwarsa.

 

Bukan hanya benua Afrika saja yang membuang vaksin secara sia-sia. Pada Januari, para pejabat di Inggris memperkirakan pemborosan sekitar 10 persen vaksin. Kemudian pada April, menteri kesehatan Prancis mengatakan kepada media lokal bahwa, 25 persen vaksin AstraZeneca, 20 persen vaksin Moderna, dan 7 persen vaksin Pfizer terbuang percuma.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA