Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Epidemiolog: Vaksin dan Prokes Upaya Cegah Varian Covid-19

Selasa 07 Dec 2021 22:45 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha

Pejalan kaki melintas didekat mural bertema covid-19 dikawasan Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Rabu (1/12). Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan perkembangan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia hingga saat ini masih terkendali.Prayogi/Republika.

Pejalan kaki melintas didekat mural bertema covid-19 dikawasan Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Rabu (1/12). Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan perkembangan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia hingga saat ini masih terkendali.Prayogi/Republika.

Foto: Prayogi/Republika.
Vaksin memberikan perlindungan saat seseorang terpapar virus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga, Windhu Purnomo menegaskan apapun varian virus Covid-19, masyarakat diharapkan menerapkan 100 persen protokol kesehatan (prokes) dan melengkapi vaksinasi sebagai upaya pencegahan. Saat ini, pemerintah terus memantau virus COVID-19 varian baru omicron. 

Berbagai upaya dan kebijakan diambil guna mencegah virus tersebut masuk ke Indonesia. Munculnya  varian ini menjadi bukti, Covid-19 tetap harus diwaspadai. Windhu menjelaskan, omicron memunculkan gejala yang kurang lebih sama, yakni seperti influenza pada umumnya, yang membedakan adalah tempat mutasinya. 

Baca Juga

Cara penularan juga tidak jauh berbeda, yaitu melalui droplet dan bisa sebagai airborne (penyakit yang menyebar lewat udara) di tempat tertutup. Selama masih terjadi penularan, ujarnya, maka mutasi akan selalu dapat terjadi.

“Jadi prokes tetap nomor satu untuk mencegah tertular atau menulari orang lain, dan mencegah terjadinya mutasi baru,” kata Windhu, Selasa (7/12).“Kalau ingin mencegah mutasi, jangan sampai terjadi transmisi,” lanjutnya.

Terkait percepatan vaksinasi, ia meminta masyarakat tidak pilih-pilih vaksin atau bahkan menolak vaksin. Sebab, ujarnya, vaksin memberikan perlindungan ketika kita terpapar virus, agar tidak sakit berat bahkan risiko yang lebih buruk lainnya.“Kalau bisa 100 persen vaksinasi dosis lengkap, kita akan lebih aman,” kata Windhu.

Apabila upaya-upaya tersebut dapat berlangsung baik, Windhu mengatakan cukup optimistis dengan situasi pandemi saat ini, di mana Indonesia sedang dalam proses. “Endemi adalah sasaran antara, goal kita adalah terkendalinya COVID-19 sehingga nyaris nol (kasus),” ujar dia.

Pemerintah terus memantau virus Covid-19 varian baru omicron. Berbagai upaya dan kebijakan diambil guna mencegah virus tersebut masuk ke Indonesia. Munculnya varian ini menjadi bukti bahwa Covid-19 tetap harus diwaspadai. Karena itu, meski pandemi dalam situasi landai di Indonesia, pemerintah meminta masyarakat terus menjaga protokol kesehatan dan segera melengkapi vaksinasi.

World Health Organization atau WHO menyatakan varian B.1.1.529 atau omicron pertama kali ditemukan di Benua Afrika pada 24 November 2021. Hanya dua hari sesudahnya, varian ini telah dikategorikan sebagai variant of concern. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA