Friday, 18 Jumadil Akhir 1443 / 21 January 2022

Putin: Dunia Harus Siap Hadapi Perubahan Virus Corona

Rabu 01 Dec 2021 06:41 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Dwi Murdaningsih

 Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin mengatakan, dalam beberapa pekan mendatang, dunia akan melihat seberapa serius dampak dari kemunculan varian Omicron

Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin mengatakan, dalam beberapa pekan mendatang, dunia akan melihat seberapa serius dampak dari kemunculan varian Omicron

Foto: AP/Mikhail Metzel/Pool Sputnik Kremlin
Putin mengatakan dunia akan melihat seberapa serius dampak Omicron.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin mengomentari kemunculan varian baru Covid-19, Omicron, yang kini sudah menyebar ke puluhan negara. Mengingat pandemi masih berlangsung, Putin menilai, dunia memang perlu bersiap menghadapi perubahan atau mutasi virus corona.

Putin mengatakan, dalam beberapa pekan mendatang, dunia akan melihat seberapa serius dampak dari kemunculan Omicron. “Tapi sangat jelas bahwa kita perlu bersiap untuk setiap perubahan dalam virus,” ujarnya saat berbicara di forum investasi Rusia pada Selasa (30/11), dilaporkan kantor berita Rusia, TASS.

Baca Juga

Putin meyakini, vaksinasi masih menjadi solusi menangani pandemi. Namun, dia menyoroti tentang masih adanya perlakuan berbeda terhadap vaksin tertentu. Putin menyerukan pengakuan timbal balik pada setiap vaksin Covid-19.

“Maksud saya, saling pengakuan vaksin dan sertifikat vaksinasi, ketersediaan vaksin untuk semua wilayah di planet ini (serta) kerja sama pada obat baru melawan virus corona,” ujar Putin.

Pada Agustus 2020, Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin Covid-19 hasil pengembangannya, yakni Sputnik V. Kala itu, para ahli menyampaikan keraguan atas keamanan vaksin tersebut. Sebab Moskow belum melakukan uji klinis skala besar.

Kendati demikian, jurnal medis terkemuka, The Lancet, menyebut Sputnik memiliki efikasi lebih dari 90 persen. Saat ini puluhan negara sudah menggunakan vaksin tersebut. Namun hingga kini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Obat-Obatan Eropa belum menyetujui penggunaan darurat Sputnik V.

Sejauh ini Rusia juga belum menyetujui vaksin buatan luar negeri untuk digunakan dalam kampanye vaksinasinya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA