Sunday, 20 Jumadil Akhir 1443 / 23 January 2022

Gejala Varian Omicron, Vaksin, dan Langkah Pencegahannya

Rabu 01 Dec 2021 06:30 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Reiny Dwinanda

Dunia khawatirkan varian omicron. Infeksi varian omicron jarang melibatkan gejala demam tinggi. Sementara itu, vaksin yang ada dikhawatirkan kurang efektif melawannya.

Dunia khawatirkan varian omicron. Infeksi varian omicron jarang melibatkan gejala demam tinggi. Sementara itu, vaksin yang ada dikhawatirkan kurang efektif melawannya.

Foto: Infografis Republika.co.id
Varian B.1.1.529 alias omicron dikhawatirkan turunkan efektivitas vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Varian omicron muncul dengan sejumlah mutasi pada bagian protein lonjakannya (spike protein). Analisis awal menunjukkan varian virus penyebab Covid-19 itu sangat menular.

Gejala awal omicron meliputi kelelahan ekstrem, nyeri otot ringan, tenggorokan gatal, dan batuk kering. Dilansir Times Now News pada Selasa (30/11), varian omicron telah diklasifikasikan sebagai varian yang menjadi perhatian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga

Varian tersebut milik garis keturunan bernama B.1.1.529 yang bahkan mungkin lebih menular daripada varian delta, yang sangat menular sesuai indikasi awal. Para ahli berpendapat bahwa vaksin saat ini mungkin kurang efektif melawannya.

Sementara banyak hal tentang varian ini masih belum jelas, bahkan oleh para ahli epidemiologi, data awal memiliki beberapa pengungkapan. Dari apa yang diketahui saat ini melalui analisis awal, varian ini sangat menular.  

Jaringan untuk Pengawasan Genomics di Afrika Selatan (NGS-SA) mengatakan, Afrika Selatan mengalami peningkatan empat kali lipat dalam kasus baru bertepatan dengan munculnya omicron selama dua pekan terakhir.

 

"Peningkatan jumlah kasus yang cepat dan konsisten kemungkinan besar dipicu oleh wabah klaster.  Kasus omicron telah menunjukkan peningkatan yang nyata di Provinsi Gauteng, yang meliputi Johannesburg dan Pretoria. Varian tersebut telah menyebar ke sebagian besar provinsi lain juga," kata salah satu pengurus NGS-SA.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA