Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

...

Menerka Starting XI MU Gegenpressing Racikan Rangnick

Jumat 26 Nov 2021 19:49 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Ralf Rangnick.

Ralf Rangnick.

Foto: EPA-EFE/FILIP SINGER
Rangnick menyukai permainan menekan tinggi dengan serangan balik cepat.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Ralf Rangnick di ambang kepastian sebagai pelatih Manchester United (MU) hingga akhir musim. Man United berada di ambang menyegel kesepakatan yang akan membuat Rangnick mengambil alih klub hingga akhir musim.

Hanya tinggal menanti pernyataan resmi klub untuk memastikan Rangnick akan menjadi pelatih MU. Skuad MU sedang mencari pelatih baru menyusul keputusan klub memecat Ole Gunnar Solskjaer karena tim menelan lima kekalahan dari tujuh pertandingan terakhir Liga Primer Inggris. Rangnick punya tugas besar mengarahkan MU kembali ke jalur perebutan gelar juara.

Baca Juga

Rangnick hanya akan menjadi pelatih MU hingga akhir musim. Namun, ia tetap bekerja untuk MU dua tahun lagi sebagai konsultan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai kepala olahraga dan pengembangan Lokomotiv Moscow.

Ada harapan cerah bagi beberapa pemain MU yang selama ini terpinggirkan pada masa kepelatihan Solskjaer. Rangnick yang dikenal sebagai 'the Godfather of Gegenpressing' membutuhkan pemain yang cepat dan energik. Dia disebut-sebut sebagai guru dari beberapa pelatih elite Eropa seperti Thomas Tuchel dan Juergen Klopp.

Ada optimisme di MU jika melihat rekam jejaknya yang bagus saat menjadi pelatih RB Leipzig. Rangnick mengubah Leipzig menjadi tim penantang gelar Bundesliga Jerman. MU pun kemungkinan akan meroket di bawah kendali Rangnick.

"Gegenpressing adalah gaya sepak bola yang sangat proaktif, mirip dengan cara Borussia Dortmund dan Liverpool bermain di bawah Juergen Klopp," kata Rangnick beberapa bulan lalu, dilansir dari Mirror, Jumat (26/11).

Berbeda dengan gaya sepak bola tiki-tika ala Pep Guardiola. Filosofi permainan ini lekat dengan strategi membangun serangan dari belakang. Kiper pun didorong terlibat menyusun penyerangan.

Oleh karena itu, orang dapat menyaksikan bagaimana Barcelona pada era Guardiola dan Manchester City seluruh pemain harus memegang bola. Gaya ini jelas sangat berbeda dengan gegenpressing.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA