Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Korban Penyiraman Air Keras di Cianjur Meninggal Dunia

Ahad 21 Nov 2021 00:30 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Garis Polisi (ilustrasi)

Garis Polisi (ilustrasi)

Foto: Antara/Jafkhairi
Pelaku penyiraman air keras tak lain adalah suami yang juga orang Timur Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Korban penyiraman air keras Sarah (21) warga Kampung Munjul, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, oleh suaminya Abdul Latief (29) warga negara asing asal Timur Tengah, meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif di RSUD Cianjur. Direktur RSUD Cianjur, dr Darmawan saat dihubungi Sabtu, mengatakan korban yang datang dalam kondisi tidak sadarkan diri, mengalami luka bakar 90 persen, akibat air keras.

Tim medis sudah melakukan penanganan maksimal untuk menyelamatkan nyawa korban. Namun sekitar pukul 20.30 WIB korban menghembuskan napas terakhirnya."Kami sudah berencana untuk merujuk korban ke RSHS Bandung karena luka yang diderita lebih dari 90 persen. Namun menjelang malam, korban meninggal dunia dan saat ini, jenazahnya masih tersimpan di ruang jenazah RSUD Cianjur," katanya.

Baca Juga

Sebelumnya warga Kampung Munjul, digegerkan dengan teriakan minta tolong dari pihak keluarga korban, Sabtu dini hari sekitar pukul 1.30 WIB, warga yang mendengar teriakan berhamburan ke lokasi dan mendapati tubuh Sarah dengan luka bakar tergeletak di teras rumah.

Mendapati hal tersebut, warga langsung membawa korban yang disiram air keras oleh suaminya yang baru menikah sebulan lalu ke RSUD Cianjur, guna mendapatkan pertolongan medis. Sedangkan pelaku penyiraman diduga melarikan diri."Kami langsung membawa korban ke rumah sakit karena luka bakar yang diderita cukup parah. Keterangan pihak keluarga sebelumnya korban sempat terlibat adu mulut dengan suaminya yang merupakan WNA asal Timur Tengah dan langsung di siram air keras," kata ketua RT setempat Iin Solihin.

Pihaknya bersama warga sempat mencari keberadaan pelaku. Namun pelaku usai melakukan aksinya langsung melarikan diri. Sehingga pihak keluarga melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib."Pelaku langsung melarikan diri, setelah menyiram korban. Diduga pelaku melarikan diri ke Jakarta," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA