Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

Prediksi Jalan Terjal Anies Menuju Pilpres 2024

Senin 25 Oct 2021 05:42 WIB

Red: Andri Saubani

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Foto: Dok Pemprov DKI
Jalan Anies Baswedan menuju pancapresan pada 2024 tidak akan mulus.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Rizky Suryarandika, Febrianto Adi Saputro

Sejumlah relawan mengatasnamakan Aliansi Nasional IndonEsia Sejahtera (ANIES) menggelar konferensi pers mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024 pada Rabu (20/10) pekan lalu. Namun, oleh sebagian pengamat politik, jalan Anies menuju pancapresan pada 2024 tidak akan mulus.

Baca Juga

"Saya melihat Anies masih sedang menghadapi jalan yang terjal dan panjang untuk menjadi capres atau cawapres pada Pilpres 2024," kata  Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Ersento Maraden Sitorus, kepada Republika, Sabtu (23/10).

Fernando mengamati selama ini Anies belum bisa merangkul banyak parpol. Anies dianggap hanya berkutat pada basis pemilih PKS. Padahal, PKS belum mengeluarkan sikap resmi akan mendukung Anies di Pilpres 2024. Bahkan PKS tengah fokus ‘menjual’ Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al-Jufri untuk Pilpres 2024.

"Karena sampai saat ini masih hanya PKS yang berpotensi mendukung Anies sebagai capres atau cawapres," ujar Fernando.

Angin segar lalu datang dari partai NasDem yang berpotensi mendukung Anies. Namun Fernando menduga NasDem pun masih separuh hati karena mempersiapkan kadernya demi Pilpres 2024.

"Nasdem yang selama ini memberikan harapan sepertinya masih sedang berusaha memunculkan kadernya sendiri. Ada beberapa nama yang bisa dipersiapkan oleh Nasdem untuk Pilpres 2024, seperti Surya Paloh, Rachmat Gobel, dan Syahrul Yasin Limpopo," ujar

Fernando.Selain itu, menurut Fernando, kesulitan Anies bertambah ketika jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta resmi berakhir pada tahun depan. Bila tak lagi terpilih sebagai Gubernur DKI, Anies praktis kehilangan panggung guna mendongkrak elektabilitas.

"Anies yang habis masa jabatannya pada pertengahan Oktober 2022 akan kehilangan banyak peluang tampil di media. Akibatnya kemungkinan besar elektabilitas Anies secara perlahan akan turun," ucap Fernando.

Pengamat politik senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, menyusul deklarasi Relawan ANIES, gubernur DKI Jakarta itu mulai menawarkan diri kepada partai politik (parpol) untuk dipinang sebagai capres 2024. Menurut Zuhro, deklarasi Anies sebagai capres tergolong rasional mengingat waktu pendaftaran Pilpres 2024 yang kian dekat.

"Dengan adanya deklarasi tersebut berarti secara eksplisit Anies siap bersaing di Pilpres 2024. Deklarasi itu juga bisa dimaknai bahwa Anies sudah mulai menawarkan diri pada partai-partai yang ingin meminangnya," kata Zuhro kepada Republika, Sabtu (23/10).

Zuhro menilai, peluang Anies menjadi capres masih terbuka walau belum secara resmi didukung parpol. Sebab, selama ini Anies punya elektabilitas yang menjanjikan. Ia menyarankan Anies agar menjalankan program pro-rakyat karena dampak pandemi Covid-19 begitu parah menghantam.

"Peluang Anies bisa jadi cukup besar ketika ia mampu menyuarakan program yang dibutuhkan masyatakat. Dampak pandemi Covid yang memicu ketimpangan sosial ekonomi dan banyaknya jumlah pengangangguran," ucap Zuhro.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA