Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

Peneliti LIPI: Peluang Anies Bersaing di Pilpres Terbuka

Sabtu 23 Oct 2021 17:30 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah

Deklarator dari Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) La Ode Basir (kedua kiri), Dani Kusuma (kiri), M Iqbal Siregar (kedua kanan) dan M Ambardi menggelar konferensi pers tentang Deklarasi Anies Baswedan for Presiden 2024 di Jakarta, Rabu (20/10/2021). Kelompok relawan ANIES mendeklarasikan dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju pada pemilihan presiden tahun 2024.

Deklarator dari Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) La Ode Basir (kedua kiri), Dani Kusuma (kiri), M Iqbal Siregar (kedua kanan) dan M Ambardi menggelar konferensi pers tentang Deklarasi Anies Baswedan for Presiden 2024 di Jakarta, Rabu (20/10/2021). Kelompok relawan ANIES mendeklarasikan dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju pada pemilihan presiden tahun 2024.

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Peneliti LIPI menilai Anies Baswedan mulai menawarkan diri kepada partai politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengamati Anies Baswedan mulai menawarkan diri kepada partai politik (parpol) untuk dipinang sebagai Capres 2024. Ini menyusul kemunculan relawan yang deklarasikan Anies Baswedan sebagai capres 2024.

Prof Zuhro menyampaikan deklarasi Anies tergolong rasional mengingat waktu pendaftaran Pilpres 2024 yang kian dekat. Apalagi Anies sampai saat ini belum punya kendaraan politik yang bisa mengantar ke kursi Presiden.

"Dengan adanya deklarasi tersebut berarti secara eksplisit Anies siap bersaing di Pilpres 2024. Deklarasi itu juga bisa dimaknai bahwa Anies sudah mulai menawarkan diri pada partai-partai yang ingin meminangnya," kata Prof Zuhro kepada Republika.co.id, Sabtu (23/10).

Prof Zuhro menyebut deklarasi relawan Anies akhirnya menunjukkan niat resminya menjadi Capres setelah selama ini hanya berupa desas-desus. Ia menduga langkah sang Gubernur DKI Jakarta itu akan diikuti Gubernur lain di Indonesia yang ingin bertarung di Pilpres 2024.

"Dampaknya konstruksi kompetisi politik di pemilu yang akan datang sudah mulai terbaca, yaitu akan bermunculan gubernur-gubernur yang ingin mencalonkan diri dan dicalonkan komunitas dan masyarakat," ujar Prof Zuhro.

Prof Zuhro juga memprediksi peluang Anies menjadi Presiden masih terbuka walau belum secara resmi didukung parpol. Sebab selama ini Anies punya elektabilitas yang menjanjikan. Ia menyarankan Anies agar menjalankan program pro rakyat karena dampak pandemi Covid-19 begitu parah menghantam.

"Peluang anies bisa jadi cukup besar ketika ia mampu menyuarakan program yang dibutuhkan masyatakat. Dampak pandemi Covid yang memicu ketimpangan sosial ekonomi dan banyaknya jumlah pengangangguran," ucap Prof Zuhro.

Sebelumnya, sejumlah relawan mengatasnamakan Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024. Koordinator Anies, Laode Basir, mengatakan dukungan itu diberikan lantaran kinerja Anies dalam memimpin Jakarta selama empat tahun ini dinilai sangat baik.

"Kita punya niat baik melihat Anies sudah jaga demokrasi di Jakarta dengan baik karena tidak ada satupun orang yang hina atau bully Anies yang berujung ke aparat penegak hukum," kata Laode di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Rabu (20/10).

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA