Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Saturday, 29 Rabiul Akhir 1443 / 04 December 2021

Ekspor Karet Sumut Naik 55,99 Persen

Senin 04 Oct 2021 18:53 WIB

Red: Fuji Pratiwi

Pekerja menyadap pohon karet (ilustrasi). Ekspor karet Sumatra Utara naik 55,99 persen.

Pekerja menyadap pohon karet (ilustrasi). Ekspor karet Sumatra Utara naik 55,99 persen.

Foto: ANTARA/ABRIAWAN ABHE
Karet dan barang dari karet jadi yang terbesar kedua terhadap total ekspor Sumut.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Nilai ekspor karet dan barang dari karet Sumatra Utara (Sumut) hingga Agustus 2021 naik 55,99 persen sebagai dampak kenaikan volume dan harga jual komoditas ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi mengatakan, pada Januari-Agustus 2020, nilai ekspor karet dan barang dari karet sebesar 676,713 juta dolar AS. Sementara pada periode sama 2021 sudah mencapai 1,082 miliar dolar AS.

"Ada kenaikan nilai ekspor cukup besar yakni 59,99 persen didorong kenaikan volume dan harga jual karet khususnya jenis SIR20," kata Suhaimi.

Dengan nilai sebesar 1,082 miliar dolar AS, golongan karet dan barang karet itu memberikan kontribusi sebesar 14,37 persen dari total nilai ekspor sepanjang Januari-Agustus 2021 yang mencapai 7,533 miliar dolar AS. Suhaimi menjelaskan, golongan karet dan barang dari karet Sumut itu tercatat terbesar kedua dalam berkontribusi terhadap total ekspor Sumut di periode sama 2021.

Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah menyebutkan, harga ekspor karet SIR20 terus naik hingga September 2021. Harga ekspor karet diprediksi terus bertahan tinggi hingga akhir tahun 2021 atau pada kisaran 1,70 dolar AS per kg.

Menurut dia, nilai ekspor karet Sumut harusnya bisa lebih besar dari pencapaian sebesar 1,082 miliar dolar AS hingga Agustus. Edy memberi alasan, hingga saat ini, ekspor karet Sumut masih banyak yang tertunda, karena kesulitan mendapatkan kontainer dampak pandemi Covid-19.

"Harga ekspor karet SIR20 memang terus naik dampak meningkatnya permintaan di saat terjadi penundaan pengapalan akibat pandemi Covid-19," kata Edy.

Harga pada Juli masih sebesar 1,63 dolar AS per kg, kemudian naik pada Agustus menjadi 1,73 dolar AS per kg, dan September pada kisaran 1,71 dolar AS per kg.

 

Baca Juga

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA