Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Bogor Masih Berpeluang Cuaca Ekstrem Sepekan Ke Depan

Rabu 22 Sep 2021 15:28 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Dwi Murdaningsih

Hujan lebat (ilustrasi)

Hujan lebat (ilustrasi)

Foto: AP/Rodrigo Abd
Terjadinya cuaca ekstrem dipicu oleh adanya peralihan cuaca memasuki musim hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Dalam satu pekan ke depan, kawasan Bogor Raya diprediksi masih berpeluang terjadi cuaca ekstrem. Contohnya pada kejadian hujan deras disertai angin puting beliung yang terjadi pada Selasa (21/9).

Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Citeko, Fatuhri Syabani menuturkan, kejadian hujan intensitas tinggi dan angin puting beliung kemarin, bisa diketegorikan sebagai cuaca ekstrem. 

Baca Juga

“Kejadian hujan disertai angin puting beliung yang terjadi di Bogor dan Depok kemarin itu bisa digolongkan merupakan cuaca ekstrem,” kata dia, Rabu (22/9).

Fatuhri mengatakan, cuaca ekstrem tersebut masih akan berpeluang terjadi selama satu pekan ke depan. Terjadinya cuaca ekstrem dipicu oleh adanya peralihan cuaca, dari musim kemarau memasuki musim penghujan. 

“Masuk musim hujan dan puncaknya biasanya terjadi pada Desember hingga Januari. Justru kecenderungan cuaca ekstrem terjadi di bulan-bulan peralihan musim seperti September dan Oktober,” kata dia.

Stasiun Klimatologi BMKG Citeko pun mencatat, rata-rata curah hujan tinggi terjadi di wilayah Bogor dan Depok kemarin di atas 100mm per hari atau di atas 20mm per jam. Jumlah tersebut di atas rata-rata normal 50mm per hari.

Sedangkan, sambung Fatuhri, angin yang terjadi Selasa kemarin rata-rata 42 kilometer per jam di atas normal 20 kilometer per jam. Beberapa daerah pun terdampak cuaca ekstrem, salah satunya Kota Bogor.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, pascahujan deras dan angin puting beliung, tujuh wilayah yang tersebar di tiga kecamatan terdampak. Yakni Kecamatan Bogor Utara, Bogor Timur, dan Bogor Selatan.

Kepala Pelaksana BPBP Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas menyebutkan, ada tujuh kejadian bencana yang terjadi pada Selasa (21/9). Bencana tersebut berupa angin kencang dan pohon tumbang.

“Hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon di wilayah Kota Bogor tumbang. Sejumlah rumah juga mengalami kerusakan,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA