Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Solo di Atas 100 Persen

Rabu 15 Sep 2021 17:31 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Andi Nur Aminah

Karyawan mengikuti simulasi pembukaan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo Zoo di Solo, Jawa Tengah. (ilustrasi)

Karyawan mengikuti simulasi pembukaan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo Zoo di Solo, Jawa Tengah. (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Maulana Surya
Namun capain itu sebagian merupakan warga dari luar Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Solo sudah di atas 100 persen, tepatnya 101,6 persen per Senin (13/9) dari target yang ditetapkan sebanyak 417 ribu orang. Namun, Pemkot masih mengejar vaksinasi Covid-19 lantaran dari capaian tersebut sebagian merupakan warga luar Solo.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan, capaian vaksinasi Covid-19 sebesar 101,6 persen terdiri atas penduduk Solo dan luar Solo. Untuk penduduk Solo saja yang divaksin baru sekitar 76,6 persen. "Artinya penduduk Solo pun dari target masih rendah. Justru saya kan harus ngejar yang penduduk Solo ini malahan," kata Siti kepada wartawan, Selasa (14/9).

Baca Juga

Siti menyatakan, DKK masih akan mengejar vaksinasi Covid-19 bagi warga ber-KTP Solo. Berbagai upaya yang dilakukan antara lain, menggelar sentra vaksinasi, jemput bola dengan bus vaksin, serta kerja sama dengan berbagai pihak. "Yang penduduk Solo dan luar Solo target tercapai tapi secara kualitas yang penduduk Solo belum tercapai. Yang dikejar kan justru penduduk Solo," jelas Siti.

Meski sudah tercapai 100 persen, Siti menyebut kekebalan kelompok (herd immunity) belum terbentuk. Berdasarkan perhitungannya, herd immunity bisa terbentuk jika warga ber-KTP Solo sudah 80 persen dari jumlah penduduk yang mendapatkan vaksinasi Covid-19. Total penduduk Solo berdasarkan data Badan Pusat Statistik sekitar 528 ribu jiwa.

"Minimal 80 persen dari jumlah penduduk karena basisnya data BPS itu 528 ribu jiwa. Kan tidak semua penduduk, yang 12 tahun ke bawah tidak bisa divaksin," imbuhnya

Dia mengakui disparitas capaian vaksinasi Covid-19 antara Solo dengan kabupaten sekitar cukup tinggi. Namun, selama ini Pemkot Solo juga telah memfasilitasi penduduk luar Solo yang bekerja di Solo untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Mereka antara lain, pelayan publik, tenaga kesehatan, pedagang pasar, pelaku pariwisata, dan sebagainya.

"Kota lain juga harus mengejar. Intinya ini harus kerja bareng, kerja cepat, kerja ngebut. Semua daerah juga harus tanggung jawab untuk wilayahnya masing-masing," pungkasnya. Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyatakan disparitas capaian vaksinasi Covid-19 salah satunya lantaran penduduk Solo hanya sedikit sehingga capaian vaksinasi banyak dan cepat. "Vaksinasi bukan perlombaan tapi gotong royong bersama. Solo memang target vaksinnya 417 ribu. Makanya nanti vaksin kita tidak berhenti 100 persen, tapi 120 persen dari target," terang Gibran.

Dia mengklaim saat ini Pemkot Solo masih mengejar vaksinasi untuk anak-anak usia 12-17 tahun untuk mendukung pembelajaran tatap muka (PTM). Sebab, capaian vaksinasi untuk kelompok pelajar masih rendah. "Beberapa waktu ke depan untuk anak sekolah. September ini kita dorong selesai," ucapnya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA