Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Yunani Wajibkan Pekerja Tanpa Vaksin Tes Covid-19 Mingguan

Selasa 14 Sep 2021 23:12 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

 Seorang perawat menyiapkan satu dosis vaksin COVID-19 di sebuah panti jompo di pinggiran utara Athena, Yunani, 04 Januari 2021.

Seorang perawat menyiapkan satu dosis vaksin COVID-19 di sebuah panti jompo di pinggiran utara Athena, Yunani, 04 Januari 2021.

Foto: EPA-EFE/LOUISA GOULIAMAKI
Yunani berjuang meningkatkan tingkat vaksinasi

REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA -- Yunani mewajibkan tes mingguan untuk semua pekerja yang tidak divaksinasi, Senin (13/9). Keputusan ini karena negara itu berjuang untuk meningkatkan tingkat vaksinasi yang tertinggal dari rata-rata negara di Uni Eropa.

Pegawai sektor publik dan swasta harus membayar tes mingguan atau membawa sertifikat vaksinasi untuk mendapatkan akses ke tempat kerja. Sementara, anak-anak yang tidak divaksinasi di sekolah menengah diberikan alat tes yang didistribusikan dengan biaya pemerintah.

Baca Juga

Pembatasan serupa juga akan berlaku di stadion olahraga, museum, dan situs arkeologi. Aturan serupa akan diberlakukan di area rekreasi dalam ruangan seperti bioskop dan restoran.

Sekitar 56 persen penduduk Yunani telah divaksinasi penuh, sementara tingkat rata-rata di UE lebih dari 60 persen. Yunani telah memberlakukan mandat vaksin untuk petugas kesehatan dan mengizinkan vaksinasi anak-anak mulai usia 12 tahun.

Karantina wilayah tahun lalu mendorong ekonomi Yunani ke dalam resesi, dengan output 2020 menyusut sebesar 8,2 persen. Pejabat pemerintah mengatakan negara itu tidak mampu menghentikan kegiatan ekonomi untuk tahun kedua.

"Saat ini, pandemi (di Yunani) menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi, sehingga langkah-langkah tersebut tampaknya berhasil,” kata Menteri Pembangunan Adonis Georgiadis.

"Sayangnya penurunan eskalasi ini disertai dengan kematian warga negara kita yang tidak divaksinasi. Sungguh menyakitkan saya mengetahui bahwa orang-orang ini bisa hidup, tetapi mereka menjadi korban teori konspirasi," ujar Georgiadis.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA