Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

BOR Turun, Satgas Bilang Pasien Isoman Bisa Dipindah ke RS

Rabu 11 Aug 2021 06:00 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Dwi Murdaningsih

Relawan Satgas PPKM RW 10 memeriksa kesehatan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Relawan Satgas PPKM RW 10 memeriksa kesehatan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pasien isoman bisa ditangani di RS agar terus dipantau sehingga mencegah kematian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memaparkan perkembangan kasus kematian yang masih mengalami kenaikan selama tiga minggu terakhir. Menurut Wiku, dengan penurunan angka BOR ruang isolasi pada pekan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menekan angka kematian. Dari data Satgas, angka BOR ruang isolasi nasional pada pekan ini tercatat 54,35 persen.

Pemerintah daerah pun perlu memperhatikan masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah agar terus dipantau kondisinya melalui RT RW setempat.

Baca Juga

“Dengan BOR rumah sakit yang telah menurun, maka pasien Covid-19 yang saat ini isolasi mandiri di rumah dapat dipindahkan ke tempat isolasi terpusat atau ke RS agar dapat ditangani dengan segera dan semaksimal mungkin,” jelas Wiku.

 

Satgas mencatat, persentase kematian pada minggu ini mencapai sebesar 2,92 persen. Sedangkan persentase di dunia saat ini sebesar 2,12 persen.

“Sayangnya kasus kematian masih belum menunjukan perubahan yang signifikan, di mana masih mengalami kenaikan selama tiga minggu terakhir,” kata Wiku saat konferensi pers.

Kenaikan kasus kematian mingguan tertinggi ini disumbangkan oleh Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Jawa Tengah. Karena itu, Wiku pun menekankan penurunan kasus kematian juga perlu menjadi fokus utama dalam perpanjangan PPKM kali ini.

Untuk terus menekan angka kasus, pemerintah daerah diminta untuk terus memantau ketersediaan tempat tidur, obat-obatan, ventilator, dan alat kesehatan lainnya di setiap rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayahnya.

“Koordinasikan dengan pusat apabila membutuhkan bantuan darurat,” ucap dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA