Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

LIB Wajibkan Setiap Pemain Sudah Divaksinasi Selama Liga 1

Rabu 04 Aug 2021 19:59 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Israr Itah

Vaksinasi (ilustrasi). Liga Indonesia Baru mewajibkan para pemain yang bertanding di Liga 1 harus sudah dua kali divaksinasi.

Vaksinasi (ilustrasi). Liga Indonesia Baru mewajibkan para pemain yang bertanding di Liga 1 harus sudah dua kali divaksinasi.

Foto: Pixabay.
Liga 1 rencananya akan digulirkan mulai 20 Agustus 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Liga Indonesia Baru (LIB) menegaskan setiap pemain yang bertanding selama Liga 1 musim 2021/22 berlangsung wajib sudah divaksin dua dosis. Hal ini menjadi salah satu persyaratan teknis jelang kompetisi yang direncanakan bergulir pada 20 Agustus mendatang. 

"Yang jelas vaksin jadi kewajiban. Nanti akan ada satu persyaratan yang masuk ke stadion wajib menunjukkan kartu vaksin dengan data yang valid," kata Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, dalam konferensi pers daring yang digelar Rabu (4/8) malam WIB. 

Baca Juga

Ia menyatakan, sertifikat vaksin juga berlaku bagi pemain asing yang sudah divaksin di negara asal. Pihaknya akan berusaha berkoodinasi dengan Satgas Covid-19 bagi pemain yang belum mendapatkan vaksin. Sejauh ini, pihaknya melarang pemain masuk ke dalam stadion jika belum disuntik vaksin. 

Lukita juga melarang para pemain yang baru disuntik vaksin satu hari sebelum pertandingan. Ia ingin mencegah efek samping vaksin yang mungkin bisa dialami oleh pemain. Untuk itu, ia meminta pemain yang sudah divaksin benar-benar fit sebelum bertanding. 

Sementara Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, menyampaikan penambahan sertifikat vaksinasi sebagai salah satu syarat protokol kesehatan merupakan evaluasi dari penyelenggaraan Piala Menpora awal tahun ini. 

"Waktu itu kan vaksin belum wajib, nah sekarang Liga 1 itu total ada 306 pertandingan. Selain format bubble to bubble, dengan adanya vaksin kami akan lebih mudah mengawasi penerapan protokol kesehatan," ujarnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA