Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Langgar Aturan Covid, Saudi akan Blacklist Warga 3 Tahun

Kamis 29 Jul 2021 17:16 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

Langgar aturan Covid, Saudi akan blacklist warga 3 tahun. Petugas mengukur suhu penumpang di Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi.

Langgar aturan Covid, Saudi akan blacklist warga 3 tahun. Petugas mengukur suhu penumpang di Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi.

Foto: Al Arabiya
Saudi larang warganya ke luar negeri

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi melarang warganya bepergian ke luar negeri selama tiga tahun jika mereka melanggar aturan perjalanan Covid-19. Kebijakan ini diumumkan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan, Selasa (27/7).

Menurut Saudi Press Agency, kebijakan ini diawali adanya laporan warga bepergian ke negara-negara terlarang. Hal ini yang menyebabkan pihak berwenang memberlakukan larangan perjalanan selama tiga tahun di samping denda yang besar bagi para pelanggar.

Baca Juga

Kementerian juga mengklarifikasi larangan perjalanan tetap berlaku untuk negara-negara dengan wabah Covid-19 yang tidak terkendali. Termasuk perjalanan langsung atau transit melalui negara lain.

Pihak berwenang juga memperingatkan semua pelancong berhati-hati saat bepergian ke tujuan mereka. Masyarakat didesak mengambil tindakan pencegahan ekstra terhadap penyebaran virus dan menghindari daerah yang tidak stabil kasus infeksinya.

Awal bulan ini, Arab Saudi mengumumkan melarang warganya melakukan perjalanan langsung atau tidak langsung ke UEA, Ethiopia, dan Vietnam tanpa mendapatkan izin sebelumnya. Larangan ini dijelaskan dalam pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Kerajaan.

Perjalanan atau transit juga dilarang di sejumlah negara lain termasuk Afghanistan, Argentina, Brasil, Mesir, India, Indonesia, Lebanon, Pakistan, Afrika Selatan, Turki, dan Uni Emirat Arab. Pihak berwenang juga telah mengumumkan mulai 9 Agustus, warga akan membutuhkan dua dosis vaksin Covid-19 sebelum mereka dapat melakukan perjalanan ke luar Arab Saudi.

Keputusan itu dibuat berdasarkan gelombang infeksi baru secara global, mutasi baru, dan kemanjuran rendah dari satu dosis vaksinasi terhadap mutasi ini. Hingga 27 Juli, total ada 520.774 kasus Covid-19 telah dikonfirmasi di Arab Saudi sementara 501.449 orang pulih. Korban tewas telah mencapai 8.189.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA