Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

China Minta Taliban Akhiri Perang Afghanistan

Kamis 29 Jul 2021 17:30 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Muhammad Hafil

China Minta Taliban Akhiri Perang Afghanistan. Foto:  Keluarga pengungsi internal Afghanistan digambarkan saat mereka tiba di sebuah kamp pengungsi di Kandahar, yang melarikan diri dari pinggiran kota karena pertempuran yang sedang berlangsung antara pejuang Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan.

China Minta Taliban Akhiri Perang Afghanistan. Foto: Keluarga pengungsi internal Afghanistan digambarkan saat mereka tiba di sebuah kamp pengungsi di Kandahar, yang melarikan diri dari pinggiran kota karena pertempuran yang sedang berlangsung antara pejuang Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan.

Foto: Al Jazeera
China Minta Taliban Akhiri Perang Afghanistan.

REPUBLIKA.CO.ID,KABUL -- China menyatakan harapan kepada delegasi Taliban yang berkunjung pada Rabu (27/7). Kementerian Luar Negeri Cjina mengatakan, kelompok itu diminta memainkan peran penting dalam mengakhiri perang Afghanistan dan membangun kembali negara itu.

Wang mengatakan Taliban diharapkan memainkan peran penting dalam proses rekonsiliasi damai dan rekonstruksi di Afghanistan. Dia juga mengatakan bahwa Taliban akan menindak Gerakan Islam Turkestan Timur karena itu adalah ancaman langsung terhadap keamanan nasional China. Gerakan Islam Turkestan Timur mengacu pada kelompok aktif di wilayah Xinjiang di barat jauh China.

Baca Juga

Sebanyak sembilan perwakilan Taliban bertemu dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi di kota Tianjin di China utara dalam kunjungan dua hari. Dalam kunjungan, menurut juru bicara Taliban,  proses perdamaian dan masalah keamanan dibahas.

"Politik, ekonomi dan isu-isu yang berkaitan dengan keamanan kedua negara dan situasi Afghanistan saat ini dan proses perdamaian dibahas dalam pertemuan," juru bicara Taliban Mohammed Naeem mentweet tentang kunjungan China.

Naeem menambahkan bahwa kelompok itu, yang dipimpin oleh perunding Taliban dan wakil pemimpin Mullah Baradar Akhund. Mereka juga bertemu dengan utusan khusus China untuk Afghanistan dan bahwa perjalanan itu dilakukan setelah ada undangan dari otoritas China.

"(Delegasi) meyakinkan China bahwa mereka tidak akan mengizinkan siapa pun menggunakan tanah Afghanistan untuk melawan China," kata Naeem.

Menurut Naeem, China juga menegaskan kembali komitmennya untuk melanjutkan bantuan mereka dengan Afghanistan. Pihak Beijing berjanji tidak akan ikut campur dalam masalah Kabul tetapi akan membantu memecahkan masalah dan pemulihan perdamaian di negara itu.

Kunjungan itu kemungkinan akan semakin memperkuat pengakuan kelompok milisi di panggung internasional pada waktu yang sensitif bahkan ketika kekerasan meningkat di Afghanistan. Kelompok ini memiliki kantor politik di Qatar dan pembicaraan damai sedang berlangsung. Taliban pun pada bulan ini mengirim perwakilan ke Iran untuk mengadakan pertemuan dengan delegasi pemerintah Afghanistan.

Ditanya tentang kunjungan Taliban, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan di New Delhi bahwa itu adalah hal positif jika China mempromosikan resolusi damai untuk perang dan pemerintah inklusif bagi Afghanistan. "Tidak ada yang berkepentingan dalam pengambilalihan militer oleh Taliban, pemulihan emirat Islam," katanya dalam sebuah wawancara dengan televisi NN-News18.

Keamanan di Afghanistan, yang berbatasan dengan China, telah memburuk dengan cepat ketika AS menarik pasukannya pada bulan September. Taliban telah melancarkan serangkaian serangan, mengambil distrik, dan penyeberangan perbatasan di seluruh negeri sementara pembicaraan damai di ibukota Qatar belum membuat kemajuan substantif.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA