Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

OYO Raih 660 Juta Dolar AS dari Pendanaan Kredit Berjangka 

Jumat 16 Jul 2021 22:54 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi

Aplikasi OYO. OYO mengumumkan perolehan pendanaan kredit berjangka dalam bentuk Term Loan B (TLB) sebesar 600 juta dolar AS.

Aplikasi OYO. OYO mengumumkan perolehan pendanaan kredit berjangka dalam bentuk Term Loan B (TLB) sebesar 600 juta dolar AS.

Foto: Republika TV/Fian Firatmaja
OYO akan memanfaatkan kredit berjangka ini untuk berbagai tujuan bisnis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- OYO mengumumkan perolehan pendanaan kredit berjangka dalam bentuk Term Loan B (TLB) sebesar 600 juta dolar AS dari sejumlah investor institusi global. Total pendanaan yang diraih ini lebih tinggi 1,7 kali lipat dari target awal atau oversubscribed, dengan komitmen mencapai hampir satu miliar dolar AS dari investor institusi.

Pendanaan ini meningkat sebesar 10 persen menjadi 660 juta dolar AS merefleksikan tingginya animo dari para investor meskipun di tengah kondisi pandemi. Margin suku bunga diturunkan sebesar 25 poin dari Initial Pricing Guidance.

OYO akan memanfaatkan pendanaan kredit berjangka ini untuk mempercepat penyelesaian kredit berbiaya tinggi, memperkuat balance sheet dan tujuan bisnis lainnya, termasuk investasi di teknologi produk. Moody’s and Fitch telah memberikan rating B3 dan B terhadap kredit dengan jaminan ini.

Kedua institusi tersebut juga yakin terhadap proyeksi OYO ke depan, berdasarkan model bisnis OYO serta profil keuangannya yang mampu bertahan dengan potensi yang signifikan. Group Chief Financial Officer OYO, Abhishek Gupta menjelaskan, OYO sangat senang dengan respons luar biasa dari para investor institusi global terkemuka terhadap putaran pendanaan TLB perdana ini.

"Bahkan melampaui target yang sudah ditentukan. Kami juga berterima kasih terhadap kepercayaan investor dalam mendukung misi OYO untuk memberikan nilai lebih bagi para pemilik serta operator hotel di seluruh dunia," kata Gupta, Jumat (16/7).

Ini membuktikan kekuatan dan kesuksesan produk OYO, sekaligus fundamental perusahaan yang kuat dan potensial. OYO saat ini didukung dengan permodalan yang baik dan di jalur yang tepat untuk menuju profitabilitas. Dua pasar terbesarnya telah menunjukkan profitabilitas bahkan di tengah tantangan ekonomi akibat Covid-19.

Anggota Board of Directors and Chairman of the Audit Committee OYO, W Steve Albrecht menjelaskan, sebagai bagian dari dewan direktur OYO, ia sangat bersyukur melihat tingginya kepercayaan dan animo dari komunitas investor terhadap perusahaan. Saat ini, OYO telah memiliki lebih dari 100 ribu partner secara global yang mampu menjalankan bisnisnya dengan sukses melalui dukungan teknologi, produk serta manajemen pendapatan OYO.

JP Morgan, Deutsche Bank dan Mizuho Securities merupakan lead arranger dalam pendanaan kredit ini. OYO menghadirkan produk berbasis teknologi yang dapat mendorong peningkatan pendapatan dan profit secara cepat dan berkelanjutan, melalui efisiensi operasional untuk para partnernya di Indonesia dan seluruh dunia.

Produk-produk ini termasuk CO-OYO, OYO OS, OYO YO!, OYO Tariff Manager, OYO Secure, OYO Wizard dan OYO App untuk penggunanya. Dengan lebih dari 91 juta unduhan, OYO App saat ini menjadi tiga besar apps travelling (Q1 2021) secara global. OYO OS digunakan oleh lebih dari 96 persen partner dan staf properti di seluruh dunia untuk check in dan operasional sehari-hari.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA