Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Telkom Berupaya Pertahankan Pertumbuhan Laba Tahun Ini

Kamis 08 Jul 2021 14:06 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Gita Amanda

PT Telkom Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang kuartal I 2021.

PT Telkom Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang kuartal I 2021.

Foto: Telkom Indonesia
Per Maret 2021, Telkom Indonesia meraih pendapatan sebesar Rp 33,9 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Telkom Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang kuartal I 2021. Meski membukukan penurunan pendapatan, emiten berkode saham TLKM ini mampu meningkatkan laba bersih pada tiga bulan pertamanya tahun ini.

Per Maret 2021, Telkom Indonesia meraih pendapatan sebesar Rp 33,9 triliun. Perolehan tersebut turun tipis 0,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 34,1 triliun. Penurunan total pendapatan ini dipicu oleh penurunan kinerja sejumlah pos pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis dalam keterbukaan informasi, pendapatan telepon Telkom Indonesia turun 23,47 persen pada kuartal I 2021 menjadi Rp 4,35 triliun. Pada kuartal I 2020, pendapatan dari pos ini mencapai Rp 5,68 triliun.

Selain itu, pendapatan interkoneksi Telkom Indonesia juga mengalami koreksi sebesar 10,47 persen menjadi Rp 1,82 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan inteekoneksi perseroan mencapai Rp 2,05 triliun secara tahunan.

Kemudian, pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika perseroan tercatat sebesar Rp 19,14 triliun. Angka tersebut turun tipis 0,31 persen dari Rp 19,2 triliun dari periode yang sama tahun 2021.

Meski terdapat beberapa pos yang turun, sejumlah pos pendapatan perseroan juga mengalami kenaikan. Salah satunya pendapatan dari Indihome yang tercatat naik signifikan 25 persen dari Rp5 triliun menjadi Rp 6,34 triliun.

Selain itu, pendapatan dari layanan lain juga naik menjadi Rp1,3 triliun atau tumbuh sebesar 7,86 dari Rp1,2 triliun. Terakhir, pos pendapatan yang mengalami peningkatan berasal dari transaksi lessor yaitu tumbuh sebesar 16,9 persen dari Rp513 miliar menjadi Rp600 miliar.

Meski mengalami penurunan pendapatan, emiten telekomunikasi pelat merah ini masih mampu membukukan kenaikan laba bersih. Per akhir Maret 2021, laba bersih Telkom Indonesia tumbuh 2,59 persen dari Rp 5,8 triliun menjadi Rp 6,01 triliun.

Dari sisi aset, Telkom Indonesia juga bertumbuh dari Rp 246 triliun pada 31 Desember 2020 menjadi Rp 257 triliun pada 31 Maret 2021. Liabilitas perseroan tercatat meningkat dari Rp 126 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp 129 triliun hingga kuartal I 2021. Lalu ekuitas perseroan juga naik dari Rp 120 triliun menjadi Rp 127 triliun.

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom, Ahmad reza, berharap tahun ini Telkom dapat mempertahankan pertumbuhan laba perseroan. Menurutnya, pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini menyebabkan kebutuhan masyarakat akan teknologi dan layanan digital juga akan terus meningkat.

"Telkom menangkap peluang sekaligus menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berinovasi dan berinvestasi ini melalui penyediaan konektivitas, platform dan layanan digital terbaik yang diharapkan dapat mendukung beragam aktivitas masyarakat. Hal ini tentunya juga sejalan dengan transformasi yang tengah dijalankan," kata Reza kepada Republika, Rabu (7/7) lalu.  

Untuk mendukung pertumbuhan kinerja pada tahun ini, Reza mengatakan, Telkom akan tetap fokus untuk melanjutkan langkah transformasi menjadi digital telco. Untuk bisnis digital connecitivity, Telkom terus mempertahankan posisi sebagai marker leader.

Pada 27 Mei 2021, Telkom melalui anak usahanya, Telkomsel secara resmi meluncurkan layanan 5G dan mengukuhkan posisi sebagai operator telekomunikasi pertama yang menawarkan teknologi generasi kelima tersebut di Indonesia.

Layanan Telkomsel 5G untuk saat ini telah menjangkau beberapa lokasi di kota Jakarta, Surabaya, Makassar, Bali, Batam, Medan, Solo, Balikpapan, dan Bandung. Telkomsel juga hadir dengan wajah baru melalui perubahan brand identity dan simplifikasi produk.

Pada bisnis digital, Telkom masih terus fokus dalam mengembangkan platform dan layanan digital. Untuk digital services, Telkom menjalin kemitraan dengan digital champion seperti startup decacorn untuk memperoleh synergy value yang berdampak terhadap pengembangan bisnis perusahaan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA