Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Kata UAS Soal Siapa Golongan Orang Fasik

Selasa 29 Jun 2021 23:22 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil

Kata UAS Soal Siapa Golongan Orang Fasik. Foto:  Ustaz Abdul Somad

Kata UAS Soal Siapa Golongan Orang Fasik. Foto: Ustaz Abdul Somad

Foto: Humas Unhas
Golongan orang fasik dijelaskan UAS.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ustadz Abdul Somad (UAS) menyampaikan penjelasan soal orang-orang yang termasuk dalam golongan fasik. Hal ini dia sampaikan saat membahas Surah Al-Baqarah ayat 26.

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, "Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?" Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik."

Baca Juga

"Siapa orang yang fasik itu? Orang yang dengan penuh kesadaran, sehat akalnya, sehat otaknya, sehat hatinya, sehat pikirannya tetapi tidak mau menerima Islam," kata UAS seperti dikutip dari kanal youtube resminya.

Lebih lanjut, UAS menjelaskan, orang yang dengan penuh kesadaran berbut dosa dan maksiat itu pun termasuk orang fasik. Allah SWT orang tidak akan memberi hidayah kepada orang yang fasik.

"Jadi, kita mesti memahami ini dengan baik, tidak ada yang di luar kuasa Allah. Kalau ada orang berkata bahwa itu di luar kuasa Allah, berarti dia syirik, (dengan menyebut) ada kekuasaan selain daripada kekuasaan Allah," terangnya.

Untuk itu, UAS menganjurkan untuk senantiasa mengucapkan, "Laa Ilaaha Illallahu Wahdahu La Syarikalah Lahul Mulku Walahul Hamdu Wa Huwa Alaa Kulli Syaiin Qadir." Seorang Muslim yang membaca itu 10 kali setelah shalat Subuh, jelas UAS, maka dijaga Allah SWT sampai sore.

"Kenapa? Apa korelasi bacaan itu dengan kita? Kenapa dijaga oleh Allah? Karena kita sudah berserah semuanya kepada Allah. Kalau berserah kepada pak kades, selamat tidak? Berserah ke bupati, gubernur, presiden, berserah ke PBB, apalagi berserah kepada Allah SWT," papar UAS.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA