Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Tim Rizieq Shihab Siapkan Pendampingan untuk Simpatisan

Kamis 24 Jun 2021 19:01 WIB

Red: Indira Rezkisari

Massa aksi dari pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) memaksa memutar balik petugas Kepolisian saat berjaga di Jalan I Gusti Ngurah Rai menuju PN Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (24/6). Aksi massa tersebut dalam rangka mengawal sidang pembacaan vonis terhadap Habib Rizieq Shihab terkait kasus tes Swab di Rumah Sakit Ummi, Bogor. Republika/Thoudy Badai

Massa aksi dari pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) memaksa memutar balik petugas Kepolisian saat berjaga di Jalan I Gusti Ngurah Rai menuju PN Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (24/6). Aksi massa tersebut dalam rangka mengawal sidang pembacaan vonis terhadap Habib Rizieq Shihab terkait kasus tes Swab di Rumah Sakit Ummi, Bogor. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Tim kuasa hukum Rizieq mengaku aksi simpatisan adalah bentuk spontanitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim kuasa hukum Rizieq Shihab menyiapkan pendampingan bagi sejumlah simpatisan yang diamankan pihak Kepolisian dalam aksi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (24/6). Anggota tim kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, menjelaskan, pihaknya sudah membagi tugas setelah mendengar kabar adanya sejumlah simpatisan yang diamankan.

"Tim kita sudah saya minta tolong dampingi. Mudah-mudahan 1x24 jam ada kabar dan bisa dipulangkan ke tempat masing-masing," kata Aziz Yanuar.

Aziz Yanuar menambahkan, tim kuasa hukum Rizieq Shihab akan mendatangi sejumlah lokasi seperti Polda Metro Jaya, Polrestro Jakarta Timur, dan Polsek Cakung yang menjadi lokasi pemeriksaan simpatisan yang diamankan saat aksi. Aziz juga menegaskan, kehadiran simpatisan Rizieq Shihab ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur tanpa ada yang mengerahkan.

"Mungkin itu aksi spontan. Saya kaget juga tadi ramai," ujar Aziz Yanuar.

Rizieq Shihab divonis empat tahun penjara atas kasus tes usap RS UMMI Bogor. Majelis Hakim menyatakan, Rizieq terbukti melanggar Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan vonis empat tahun penjara. Namun vonis itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut enam tahun pidana penjara. Atas vonis tersebut, Rizieq Shihab akan mengajukan banding.



sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA