Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Polisi Tangkap 200 Simpatisan Rizieq Shihab di PN Jaktim

Kamis 24 Jun 2021 11:00 WIB

Red: Agus Yulianto

Sejumlah petugas kepolisian membubarkan massa pendukung Muhammad  Rizieq Shihab.

Sejumlah petugas kepolisian membubarkan massa pendukung Muhammad Rizieq Shihab.

Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Ada sejumlah orang yang ditangkap itu membawa senjata tajam jenis pisau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pihak kepolisian menangkap 200 orang yang diduga sebagai simpatisan Rizieq Shihab saat menuju ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Kapolsek Cakung Kompol Satria Darma membenarkan perihal penangkapan terhadap 200 orang tersebut yang kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur.

"Iya betul, ada 200 orang lebih dibawa ke Polres Jaktim," kata Kompol Satria saat dikonfirmasi, Kamis (24/6).

Satria juga menambahkan, ada sejumlah orang yang membawa senjata tajam jenis pisau. Namun, Kapolsek Cakung itu belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai jumlahnya. "Ada yang bawa sajam, pisau," ujar Satria.

Sebanyak 200 orang yang diduga simpatisan Rizieq Shihab tersebut kini tengah diperiksa dan didata oleh pihak kepolisian. Rizieq Shihab dijadwalkan menjalani sidang dengan agenda putusan untuk perkara tes usap RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (24/6).

Sidang putusan tersebut juga akan diikuti oleh dua terdakwa lainnya, yaitu Direktur Utama RS UMMI Bogor dr Andi Tatat dan juga menantu Rizieq, Hanif Alatas. Rizieq Shihab dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) pidana enam tahun penjara atas kasus tes usap RS UMMI Bogor.

JPU menyatakan, Rizieq Shihab bersalah melanggar Pasal 14 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Rizieq dianggap melakukan tindak pidana pemberitahuan bohong karena menyatakan kondisinya sehat meski terkonfirmasi Covid-19 saat dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA