Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Apa Saja Makanan Sehat Selama Pandemi?

Senin 21 Jun 2021 10:20 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

Ahli sebut makanan sehat bukan hanya satu jenis tetapi berupa padu padan makanan.

Ahli sebut makanan sehat bukan hanya satu jenis tetapi berupa padu padan makanan.

Foto: Pixabay
Ahli sebut makanan sehat bukan hanya satu jenis tetapi berupa padu padan makanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi membuat kita harus memberikan upaya perlindungan diri dari sisi kesehatan. Sumber makan yang sehat menjadi asupan yang penting untuk menjaga imunitas tubuh.

Menurut pakar gizi dari Royal Sport Performance Center Senayan City, Rita Ramayulis, makanan sehat merupakan padu padan makanan yang kita konsumsi bisa memenuhi gizi secara seimbang. Maka makanan sehat tak bisa hanya satu jenis saja untuk menghasilkan sejumlah gizi.

"Kita tidak bisa mengklaim satu jenis makanan itu makanan sehat atau tidak sehat karena tergantung kepada padu padannya yang kemudian menghasilkan sejumlah gizi yang bisa memenuhi gizi harian kita," jelas Rita kepada republika.co.id, Senin (21/6).

Di situasi pandemi, ada makanan sehat yang diutamakan untuk menghasilkan energi. Yaitu kombinasi makanan yang pada akhirnya akan menghasilkan protein yang lebih tinggi dan mikronutrien yang lebih tinggi.

Mikronutrien yang harus ditingkatkan adalah jenis bahan pangan yang memiliki peran sebagai antioksidan. Antioksidan, kata dia, ditemukan pada vitamin C dan beta karoten yang ada pada sayur yang berwarna dan berwarna putih. "Sayur yang berwarna lebih tinggi beta karotennya, sementara yang tidak berwarna mengandung vitamin C," kata dia.

Rita menekankan, jumlah sayur yang kita makan harus kita tambahkan porsinya. Jika sebelum pandemi kita dianjurkan untuk makan sayur dua hingga tiga porsi per hari, maka di masa pandemi bisa kita perbanyak sampai tiga hingga lima porsi per hari.

Antioksidan bisa kita dapatkan pula pada buah-buahan. Namun, tak semua buah bisa kita konsumsi karena kebanyakan mengandung karbohidrat glukosa atau gula, sehingga tak terlalu dianjurkan untuk ditambah porsi.

"Kalau kita banyak makan buah, konsekuensinya harus menurunkan asupan kalori dari sumber makanan pokok lainnya, supaya tidak terjadi kelebihan asupan energi," kata dia.

Sementara pada makronutrien terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, dan air. Dari keempatnya, yang berperan langsung membangun sistem sel-sel imunitas tubuh kita adalah protein. Jadi ketika kita membutuhkan daya tahan yang lebih tinggi maka kita harus memasukan protein yang lebih tinggi.

"Makronutrien yang lain cukup, tapi protein harus tinggi," kata Rita

Protein itu sendiri terdiri atas dua kelompok, yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani (prohe) terdiri atas prohe yang tinggi lemak, sedang lemak, dan rendah lemak, serta ada prohe yang berasal dari susu dan hasil olahannya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA