Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Pancasila Melindungi Setiap Warga Negara

Jumat 18 Jun 2021 10:18 WIB

Red: Muhammad Hafil

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso saat menjadi pembicara kunci dalam Dialog Kebangsaan bertajuk Rajut Erat Nilai-Nilai Pancasila di Kota Palu, Jumat (18/6).

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso saat menjadi pembicara kunci dalam Dialog Kebangsaan bertajuk Rajut Erat Nilai-Nilai Pancasila di Kota Palu, Jumat (18/6).

Foto: Muhammad Hafil / Republika
Setiap warga negara dilindungi Pancasila.

REPUBLIKA.CO.ID,PALU -- Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso mengatakan, Pancasila melindungi semua masyarakat Indonesia. Tidak hanya yang berada di dalam negeri, tetapi juga luar negeri. 

"Pancasila itu melindungi, semua  masyarakat. Tidak hanya di Palu, tapi juga di luar negeri. Itu lah yang harus dilindungi bersama," kata Prakoso saat menjadi pembicara kunci dalam Dialog Kebangsaan bertajuk Rajut Erat Nilai-Nilai Pancasila di Kota Palu, Jumat (18/6).

Baca Juga

 Prakoso mencontohkan, ketika ada bencana alam gempa dan tsunami di Palu pada 2018 lalu, masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila, knususnya sila kedua. 

"Ketika ada bencana di Palu, bagaimana sila kedua (diamalkan), kita empati kepada tetangga, kawan, yang terkena musibah di Palu," kata Prakoso.

Kemudian, seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya di Palu, mewujudkan sila ketiga Pancasila dalam bentuk gotong royong membantu korban bencana alam. 

Contoh lainnya, hak warga negara Indonesia untuk mendapatkan pemimpin yang baik, dilindungi Pancasila dalam sila keempat. Baik itu pemimpin di masyarakat, kota, pendidikan, maupun negara.

"Untuk itu Pancasila sebagai dasar negara harus ada di setiap jati diri bangsa Indonesia, agar kesepakatan bersama, cita-cita dari bangsa dan negara ini diwujudkan  dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat," kata Prakoso.

Selain itu, masyarakat, khususnya orang tua, sangat diharapkan Prakoso untuk melindungi anak-anaknya. Karena, anak-anak saat ini yang sudah sangat akrab dengan teknologi informasi, mudah mendapatkan informasi dari media sosial.

Kalau tak diawasi, maka mereka akan mendapatkan pendidikan dan informasi yang berseberangan dengan Pancasila. 

"Maka Bapak-Ibu juga harus kembali ke Pancasila. Bapak-Ibu juga jangan mengakses dan memviralkan nilai-nilai yang berbeda dengan Pancasila," kata Prakoso.

Pada acara ini, digelar Dialog Kebangsaan dengan Tema Rajut Erat Nilai-Nilai Pancasila. Adapun yang menjadi pembicara adalah Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso selaku pembicara kunci. Kemudian, Direktur Pengkajian Materi BPIP Muhammad Sabri.

Kemudian, ada acara pengukuhan pengurus Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Pengukuhan ini dilantik langsung oleh Wali Kota Palu Hadianto Rasyid yang disaksikan oleh jajaran pejabat BPIP.

Peserta yang hadir berasal dari kalangan masyarakat. Di antaranya yaitu kader FPK Kota Palu, FKUB Kota Palu, dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Palu. Kemudian, dihadiri juga oleh ASN/PNS dari Pemkot Palu.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA