Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

PKB Yakin Dinamika Capres 2024 Masih Bisa Berubah

Ahad 13 Jun 2021 19:58 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid

Foto: istimewa
PKB akan terus berusaha agar kadernya bisa ikut dalam kontestasi pilpres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait calon presiden (capres) 2024. Jazilul meyakini pada sisa tiga tahun menjelang pilpres, dinamika capres masih bisa berubah. 

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa, segala kemungkinan terkait calon-calon presiden karena waktunya masih cukup panjang, ini dinamikanya masih akan luar biasa bisa berubah," kata Jazilul dalam diskusi hasil survei SMRC yang digelar secara daring, Ahad (13/6).

Baca Juga

Ia juga mengingatkan pada dua tahun sebelum pilpres 2004. Kala itu, figur seperti Joko Widodo belum tampak. Namun ketika mendekati pilpres, elektoral Jokowi langsung tinggi. 

"Kalau Pak Prabowo seperti hasil survei SMRC, memang karena beliau sudah berulang kali nyalon sehingga elektoralnya atau popularitasnya cukup tinggi dibanding yang lain," ucapnya.

Sementara itu terkait munculnya nama-nama capres dari kalangan kepala daerah, ia memahami bahwa hal tersebut tidak lepas dari kondisi covid-19 saat ini. Jazilul menegaskan, PKB akan terus berusaha agar kader PKB bisa ikut dalam kontestasi pilpres ke depan.

"Capres cawapres memiliki efek terhadap peningkatan suara partai," ujarnya.

Sebelumnya SMRC merilis hasil survei terbaru bertajuk 'Partai Politik dan Calon Presiden: Sikap Pemilih Pasca 2 Tahun Pemilu 2019'. Dalam simulasi semi terbuka dengan 42 nama, diketahui Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, unggul dengan 21,5 persen. Disusul Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di angka 12,6 persen, dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan elektabilitas 12 persen. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA