Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Mengapa Tradisi Ketupat di Jawa Justru di Hari Ketujuh?

Kamis 20 May 2021 19:40 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Nashih Nashrullah

Ketupat lebaran merupakan tradisi khas Islam di Nusantara. Ilustrasi

Ketupat lebaran merupakan tradisi khas Islam di Nusantara. Ilustrasi

Foto: ANTARA FOTO/Saiful Bahri
Ketupat lebaran merupakan tradisi khas Islam di Nusantara

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG – Kuliner ketupat atau kupat selalu dikaitkan dengan tradisi Islam terutama di perayaan Idul Fitri . Meskipun demikian, kudapan ini sebenarnya tidak memiliki kaitan langsung dengan Islam di masa lampau.

Dosen Sejarah dari Universitas Negeri Malang (UM), Dwi Cahyono, mengatakan kuliner ketupat sudah ada sejak masa Hindu-Budha, yakni sekitar abad ke-9 dan 10. Sebab, kata 'kupat' sudah disebutkan dalam Kakawin Ramayana. 

Baca Juga

Selain itu, ketupat tidak hanya dikenal di Pulau Jawa tapi juga Nusantara. "Jadi kupat ini sudah ada sejak zaman pra-Islam. Tidak secara langsung dengan Islam. Bahwa nantinya dihubungkan dengan Islam, itu dalam perkembangan berikutnya," kata pria yang dikenal sebagai arkeolog UM ini.

Kudapan ketupat memiliki sebutan berbeda di berbagai daerah seperti buras di Sulawesi Selatan (Sulsel). Makanan ini sama-sama terbuat dari beras yang dibungkus daun. Namun kudapan ini menambahkan santan sehingga rasanya lebih gurih dibandingkan ketupat pada umumnya.

Ketupat juga memiliki beragam bentuk, dari bujur sangkar, lonjong dan sebagainya. Begitu pula dari bungkusannya yang bervariasi dari daun kelapa, pisang dan lain-lain. Namun pada intinya, kuliner tersebut sama-sama terbuat dari beras yang dibungkus dalam daun lalu teksturnya padat.

"Kupat juga dipakai di kuliner biasa seperti ada soto kupat. Paduan lain juga ada sayur lodeh dan seterusnya. Jadi tidak secara langsung terkait dengan ritual Islam," ucapnya.

Pada ritual Islam, ketupat umumnya hadir di perayaan Idul Fitri bukan Idul Adha. "Dan ternyata pilihan waktu menghadirkan kupat bisa beda. Di Melayu, Betawi meluas sampai ke Jawa Barat sampai ke semenanjung Malaysia, kupatan hadir di hari kesatu Idul Fitri. Di pemangku budaya Melayu sampai Kalimantan, Pattani. Jadi sebarannya luas kupat itu. Tidak hanya Indonesia, sebagian Asia yang masuk rumpun budaya Melayu juga," katanya. 

Namun untuk wilayah Jawa Tengah ke Timur, ketupat sulit ditemukan...

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA