Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Media Israel Sebut Agresi di Gaza akan Segera Berakhir

Senin 17 May 2021 04:20 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nur Aini

Seorang pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina selama bentrokan dengan pasukan Israel di pos pemeriksaan Hawara, selatan kota Nablus, Tepi Barat, Jumat, 14 Mei 2021.

Seorang pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina selama bentrokan dengan pasukan Israel di pos pemeriksaan Hawara, selatan kota Nablus, Tepi Barat, Jumat, 14 Mei 2021.

Foto: AP Photo/Majdi Mohammed
Yerusalem yang menjadi alasan di balik konflik ini tak lagi menjadi sorotan utama

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Komentator politik Israel menilai agresi terus-menerus terhadap Gaza sejak Senin lalu akan segera berakhir. 

"Terlepas dari semua pembicaraan tentang intensifikasi serangan, Operation Guardian of the Walls akan segera berakhir," ungkap komentator politik Israel untuk media Yedioth Ahronoth Nahum Barnea, seperti dilansir Middle East Monitor.

Baca Juga

Dalam pertemuan kabinet, Barnea mengatakan para perwira tentara pendudukan mengklaim bahwa dari perspektif militer murni, Israel telah mendapatkan pencapaian yang besar. Dalam waktu 50 jam, mereka berhasil mencapai sesuatu yang sebelumnya tak bisa mereka capai dalam 50 hari selama agresi di Gaza pada 2014.

"Hamas tidak berjuang untuk real estate atau misilnya, tetapi untuk kesadaran. Pemimpin-pemimpin Hamas akan memiliki sesuatu untuk dibicarakan di konferensi pers setelah gencatan senjata," kata Barnea.

Barena mengatakan Israel saat ini seperti berada dalam labirin. Alasannya, pemimpin politik tak berniat untuk berpindah ke operasi darat dan tidak ada rencana untuk menduduki suatu area. Di sisi lain, bendera putih tak akan dikibarkan di rumah-rumah Gaza.

"Kesimpulannya jelas untuk operasi ini, yang memiliki nama tapi tidak memiliki tujuan yang dinyatakan. Hanya ada satu objektif, yaitu waktu. Dalam situasi yang baik (yaitu) tujuh tahun (ketenangan) seperti agresi 2014 dan di situasi terburuk, empat tahun," ungkap Barnea.

Barena mengatakan tak ada yang memiliki tujuan untuk mengubah paradigma dan mencapai sebuah persetujuan jangka panjang. Tak ada pula niatan untuk mengeluarkan Hamas dari Gaza. Apa yang sudah terjadi, lanjut Barena, terjadi lagi.

"Di akhir pekan, kita akan mengetahui apakah situasi konflik saat ini sudah berakhir, atau sesuatu telah terjadi dan akan memperumit serta memperpanjang peperangan," kata Barnea.

Barnea mengklaim bahwa Yerusalem yang menjadi alasan di balik konflik ini tak lagi menjadi sorotan utama. Barne juga mengklaim tak ada pertarungan mengenai Masjid Al Aqsa dan tak ada demonstrasi di Sheikh Jarrah.

Dia juga mengatakan ada kesunyian yang aneh di West Bank. Seakan, kata Barnea, peperangan yang terjadi saat ini berlangsung di benua lain.

"Mungkin ini bukan akhir dari peperangan, tapi mungkin ini awal dari sebuah akhir," kata Barnea. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA