Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Klaster Mushola di Banyumas, 26 Warga Positif Covid-19

Ahad 16 May 2021 14:55 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Bayu Hermawan

Bupati Banyumas Achmad Husein

Bupati Banyumas Achmad Husein

Foto: Eko Widiyatno /Republika
Sebanyak 26 orang positif Covid-19 dari klaster Mushola di Banyumas.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Klaster Covid-19 kembali ditemukan di Kabupaten Banyumas. Kali ini warga yang terpapar Covid-19 ditemukan pada kalangan jamaah Mushola Albarokah di Desa Danaraja Kecamatan Banyumas terpapar Covid-19. Sebanyak 26 orang positif terjangkit Covid-19.

"Awalnya kita temukan seorang yang positif. Dari kasus tersebut, kemudian dilakukan tracing dan testing, ditemukan tiga orang yang positif. Dari tiga orang itu dilakukan tracing dan testing lagi, sehingga seluruhnya ada 26 orang yang positif," jelas Bupati Achmad Husein, Ahad (16/5).

Baca Juga

Dia menyebutkan, dari 26 warga yang positif tersebut, ada sebanyak 3 orang yang harus dirawat di rumah sakit. Hal ini mengingat ketiga orang yang positif tersebut, memiliki gejala dan memiliki riwayat Komorbid yang harus mendapat perhatian tenaga medis. 

"Yang 23 orang lainnya, masuk kategori OTG," katanya.

Bupati juga menyatakan, warga yang positif namun masuk kategori OTG tersebut, awalnya sempat melakukan isolasi mandiri. Namun pihak Satgas Covid 19 Kabupaten Banyumas,  kemudian menilai isolasi mandiri tersebut kurang efektif karena masih berpotensi menyebarkan menyebarkan penyakitnya pada orang lain.

Mempertimbangkan hal itu, Satgas Covid 19 Banyumas akhirnya memutuskan untuk mengkarantina seluruh warga tersebut ke Pondok Slamet di Baturraden. "Dengan masuk karantina, maka rantai penyebaran penyakit bisa diputus," ujarnya.

Menurutnya, hasil sebanyak 26 positif tersebut masih bersifat sementara mengingat masih ada hasil tes yang belum keluar. "Masih ada 10 sampel swab yang belum keluar hasilnya," katanya.

Sejak awal Bulan Puasa lalu, Satgas Covid 19 Banyumas menemukan beberapa klaster yang terkait dengan klaster tempat ibadah. Antara lain klaster di Desa Pekaja Kecamatan Kalibagor, Klaster Desa Tenggeran Kecamatan Somagede, Klaster Karangcegak Kecamatan Sumbang dan Klaster Desa Rawalo Kecamatan Rawalo,

Terkait hal ini, Bupati meminta agar warga meningkatkan disiplin dalam  protokol kesehatan. Termasuk saat melaksanakan ibadah di masjid atau mushola. "Mohon tetap kenakan masker bila melaksanakan shalat berjamaah di masjid," katanya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA