Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

BI Papua Optimistis Konsumsi Masyarakat Terus Pulih

Ahad 16 May 2021 07:52 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Buruh pelabuhan mengangkut sayur mayur di pelabuhan laut Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (7/5/2021). Selama masa pelarangan mudik 6-17 Mei 2021, pengiriman barang logistik dan kebutuhan menjelang Idul Fitri 1442 H tetap stabil dengan pengoperasian kapal laut seperti kondisi normal.

Buruh pelabuhan mengangkut sayur mayur di pelabuhan laut Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (7/5/2021). Selama masa pelarangan mudik 6-17 Mei 2021, pengiriman barang logistik dan kebutuhan menjelang Idul Fitri 1442 H tetap stabil dengan pengoperasian kapal laut seperti kondisi normal.

Foto: Antara/Olha Mulalinda
Pada triwulan pertama 2021, Provinsi Papua mencatat pertumbuhan sebesar 14,28 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua optimistis konsumsi masyarakat di wilayah itu terus pulih seiring penyebaran Covid-19 yang mengalami perlambatan dengan distribusi vaksin gencar dilakukan pemerintah serta praktik 3M. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga di Jayapura, Ahad (16/5) mengatakan perlambatan tersebut juga mendorong kepercayaan masyarakat untuk kembali melakukan aktifitas di luar rumah. "Hal ini terkonfirmasi dari peningkatan indeks pergerakan masyarakat pada kawasan bisnis ritel dan rekreasi di Papua yang dirilis oleh Google Mobility Index," katanya.

Menurut Tigor, pada triwulan pertama 2021, Provinsi Papua mencatat pertumbuhan sebesar 14,28 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan nasional yang masih mengalami kontraksi sebesar minus 0,74 persen (yoy). "Perekonomian Papua masih didominasi oleh sektor pertambangan yang mengalami pertumbuhan sebesar 61,06 persen (yoy)," ujarnya.

Baca Juga

Dia menjelaskan selanjutnya, pertumbuhan ekonomi non tambang tercatat masih mengalami kontraksi sebesar minus 3,76 persen (yoy), tidak lebih dalam dibandingkan kontraksi pada triwulan keempat 2020 sebesar minus 6,83 persen (yoy). "Hal ini memberikan optimistis untuk perbaikan perekonomian non tambang ke depannya," katanya lagi. Dia menambahkan dalam mendorong pemulihan ekonomi, Bank Indonesia juga telah melakukan pemetaan terhadap sektor aman dan produktif yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah serta pelaku usaha.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA