Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Donald Trump Salahkan Joe Biden atas Serangan ke Israel

Rabu 12 May 2021 14:45 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Mantan Presiden AS, Donald Trump

Mantan Presiden AS, Donald Trump

Foto: AP
Trump menilai AS kurang mendukung Israel

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Donald Trump menyalahkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden atas serangan yang dihadapi oleh Israel. Menurutnya, pemerintahan saat ini kurang memberikan dukungan untuk Tel Aviv yang merupakan sekutu AS.

"AS harus selalu berdiri bersama Israel dan menjelaskan bahwa Palestina harus mengakhiri kekerasan, teror, dan serangan roket, dan menjelaskan bahwa AS akan selalu mendukung dengan kuat hak Israel untuk mempertahankan diri," ujar pernyataan Trump.

Baca Juga

Dikutip dari nypost, Trump mengklaim pemerintahannya dikenal sebagai "Presidensi Perdamaian" karena musuh Israel tahu bahwa AS  berdiri teguh dengan Israel dan akan ada pembalasan cepat jika Israel diserang. "Di bawah Biden, dunia menjadi lebih keras dan lebih tidak stabil karena kelemahan Biden," ujarnya.

Trump mengecam Partai Demokrat karena terus berdiri di samping Ilhan Omar. "Rep. Omar anti-Amerika yang gila, dan lainnya, yang dengan kejam menyerang Israel saat mereka berada di bawah serangan teroris," ujarnya merujuk pada Perwakilan Demokrat dari Minnesota.

Ilhan Omar menuduh Israel melakukan tindakan terorisme setelah meluncurkan serangan rudal ke Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan Hamas pada Senin (10/5). "Serangan udara Israel yang menewaskan warga sipil di Gaza adalah tindakan terorisme. Palestina berhak mendapatkan perlindungan. Tidak seperti Israel, program pertahanan rudal, seperti Iron Dome, tidak ada untuk melindungi warga sipil Palestina. Tidak masuk akal untuk tidak mengutuk serangan ini pada pekan Idul Fitri," ujarnya melalui Twitter.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA