Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Hoaks Vaksinasi Usia 18-59 Tahun, Ini Penjelasan Satgas

Ahad 09 May 2021 16:30 WIB

Red: Gita Amanda

Tenaga kesehatan menyuntik vaksin Covid-19 untuk warga lanjut usia, (ilustrasi).

Tenaga kesehatan menyuntik vaksin Covid-19 untuk warga lanjut usia, (ilustrasi).

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Faktanya, RS Hermina hingga saat ini masih melayani vaksinasi hanya untuk lansia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satgas Covid-19 memberikan penjelasan terkait hoaks yang menyatakan sudah dibukanya registrasi vaksinasi Covid-19 usia 18 sampai 59 tahun di Rumah Sakit Hermina Kemayoran. Faktanya, RS Hermina hingga saat ini masih melayani vaksinasi hanya untuk lansia.

Dari siaran pers Satgas Covid-19, beredar sebuah informasi di media sosial yang mengabarkan bahwa terdapat pendaftaran vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Hermina Kemayoran untuk umur 18-59 tahun. Dalam informasi itu disebutkan, proses vaksinasi dilakukan mulai dari jam 08.00-14.00 dengan membawa KTP dan melakukan pendaftaran melalui link pelindungilindungi.id/register.

Faktanya, berdasarkan koordinasi Tim JalaHoaks dengan RS Hermina Kemayoran pada tanggal 7 Mei 2021 lalu, diperoleh informasi bahwa kabar yang beredar tersebut adalah tidak benar atau hoaks. "Hoaks ya. Sampai saat ini RS Hermina Kemayoran masih melayani vaksinasi Covid-19 untuk lansia saja," kata staf RS Hermina Kemayoran.

Selain itu, RS Hermina Kemayoran melalui unggahan Instagram stories di laman Instagram resminya @rsuherminakemayoran mengklarifikasi bahwa informasi pendaftaran vaksinasi Covid-19 untuk umum usia 18-59 tahun di RS Hermina Kemayoran adalah hoaks.

Satgas Covid-19 menyatakan laporan temuan isu hoaks harian pada 8 Mei 2021, terdapat empat penambahan hoaks harian Covid-19. Sementara hoaks Vaksin Covid-19 sampai 9 Mei 2021 terdapat satu penambahan, sehingga menjadi total 184 hoaks terkait vaksin ini.

Baca Juga

Hoaks lain seputar vaksin adalah beredar sebuah pesan Whatsapp yang mengatasnamakan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, drg. Oscar Primadi M.P.H. Akun WhatsApp tersebut juga menggunakan foto drg. Oscar Primadi yang sedang mengenakan masker. Namun setelah dikonfirmasi itu merupakan hoaks.

Kemudian adapula berita terkait TNI yang mengerahkan tank untuk menghalau pemudik. Setelah ditelusuri Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS membantah bahwa tank tersebut digunakan untuk menyekat pemudik. Ia menegaskan, kejadian sebenarnya dalam video tersebut adalah satuan Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih yang sedang melaksanakan Latihan Taktis Tingkat Rai TW II TA.2021. Kegiatan latihan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 6 Mei 2021 oleh Satuan Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA