Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Ratusan Robot Disebar untuk Memantau Keamanan Lautan

Senin 26 Apr 2021 14:59 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Aktivitas bersih-bersih pantai dari beragam sampah dari laut (Ilustrasi)

Aktivitas bersih-bersih pantai dari beragam sampah dari laut (Ilustrasi)

Foto: Didik Suhartono/ANTARA FOTO
Laut sangat penting bagi iklim, untuk keberlanjutan bumi.

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Sebaran robot memantau keamanan seluruh laut di dunia. Robot ini bertahun-tahun telah mempelajari perairan es di Samudra Selatan. Kini, konsorsium ahli kelautan dan peneliti lain menyebarkannya ke seluruh planet, dari Pasifik utara hingga Samudra Hindia.

Proyek yang dikenal sebagai Global Ocean Biogeochemistry Array, atau GO-BGC, dimulai pada Maret dengan peluncuran pertama dari 500 monitor robotik terapung. Monitor robot terapung ini berisi komputer, hidrolik, baterai dan serangkaian sensor. Menurut ilmuwan, perangkat ini akan menyampaikan gambaran yang lebih komprehensif tentang laut dan kesehatannya.

“Laut sangat penting bagi iklim, untuk keberlanjutan bumi, pasokan makanannya, proteinnya bagi banyak orang. Kami tidak memantaunya dengan baik,” kata Ken Johnson direktur proyek GO-BGC dan ilmuwan senior di Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) Moss Landing, California, dilansir dari Japan Today, Ahad (25/4).

Johnson mengatakan sensor membantu mensurvei sebagian besar lautan secara lebih konsisten dibandingkan orang yang mengumpulkan sampel di kapal.

Di lab MBARI, anggota tim sibuk mengkalibrasi setiap sensor yang akan mengukur keasaman, atau tingkat pH, salinitas, suhu, tekanan, oksigen dan nitrat.

Pengukuran akan dilakukan pada kedalaman 3.280 kaki (1.000 meter), di mana pelampung akan hanyut dalam arus yang lebih lemah selama lebih dari sepekan. Pelampung kemudian akan turun hingga 6.500 kaki sebelum muncul ke permukaan dan mengirimkan datanya ke pantai melalui satelit. Seluruh perjalanan akan memakan waktu sekitar 10 hari.

Data tersebut akan tersedia untuk lembaga penelitian dan sekolah gratis. Data ini akan membantu menghasilkan pemodelan kelautan yang lebih baik.

“Selama bertahun-tahun ketika semua data mulai terkumpul, kami belajar lebih banyak tentang lautan,” kata spesialis pendidikan dan penelitian senior di MBARI, George Matsumoto.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA