Sejarah Puasa Ramadhan

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

 Rabu 21 Apr 2021 04:45 WIB

Sejarah puasa Ramadhan,. Foto: Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Sejarah puasa Ramadhan,. Foto: Ilustrasi Ramadhan

Membaca sejarah puasa Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dalam syariat Islam, ibadah puasa didasarkan pensyariatannya di  atas sumber yaitu Alquran sebagai sumber utama, As-Sunnah An-Nabawiyah, dan juga Ijma’ (konsensus)  seluruh ulama. Sebelum diwajibkan  puasa Ramadhan, Rasulullah SAW dan para shahabat telah mendapatkan  perintah untuk mengerjakan puasa.

"Di antaranya adalah puasa tiga hari setiap bulan dan puasa pada tanggal 10  Muharram (Asyura’)," kata Ustadz Ahmad Sarwat Lc. MA dalam bukunya "Sejarah Puasa"

Rasulullah SAW berpuasa tiga hari pada  setiap bulannya dan beliau berpuasa di  hari Asyura. (HR. Abu Daud). Lalu turunlah ayat yang memerintahkan  beliau untuk mengerjakan puasa fardhu  hanya di bulan Ramadhan saja.  

Sehingga semua puasa yang sudah ada  sebelumnya tidak diwajibkan lagi, namun kedudukannya menjadi sunnah. Beliau sempat berpuasa sebelum Ramadhan  selama 17 bulan lamanya. Kewajiban puasa bulan Ramadhan disyariatkan pada tanggal 10  Sya‘ban di tahun  kedua setelah hijrah Nabi SAW ke Madinah.  

"Waktunya kira-kira sesudah diturunkannya perintah penggantian kiblat dari masjidil Al Aqsha ke Masjid Al Haram," katanya.

Semenjak itulah kata Ustadz Ahmad Sarwat Rasulullah SAW menjalankan puasa Ramadhan hingga akhir hayatnya sebanyak sembilan kali dalam sembilan tahun. An-Nawawi(w.  676  H) menuliskan dalam kitabnya AlMajmu' Syarah Al sebagai berikut: Rasulullah SAW berpuasa Ramadhan selama 9 tahun.

Sebab puasa Ramadhan diwajibkan pada bulan Sya'ban tahun kedua hijriyah, lalu beliau SAW wafat bulan Rabi'ul Awwal tahun kesebelas hijriyah. Kewajiban puasa Ramadhan didasari oleh Alquran, As-Sunah dan Ijma.

Allah telah mewajibkan umat Islam untuk berpuasa bulan Ramadhan dalam Al-Quran Al-Karim.  Dasar Al-Baqarah 183 yang artinya:

"Wahai orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaiman telah diwajibkan kepada umat sebelummu agar kamu bertaqwa.”

Dan juga ayat 185. "Siapa diantara kalian yang menyaksikan bulan (Ramadhan), maka berpuasalah."

Puasa Ramadhan adalah bagian dari rukun Islam yang lima. Oleh karena itu mengingkari kewajiban puasa Ramadhan termasuk mengingkari rukun Islam.

"Dan pengingkaran atas salah satu rukun Islam akan mengakibatkan batalnya ke-Islaman seseorang," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Play Podcast X