Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Produksi Nikel Vale Turun 4 Persen pada Kuartal Pertama 2021

Selasa 20 Apr 2021 12:38 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Sebuah dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, belum lama ini.

Sebuah dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, belum lama ini.

Foto: FOTO: Antara/Basri Marzuki
Vale Indonesia menargetkan produksi nikel tahun ini sekitar 64 ribu ton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Realisasi produksi nikel dalam mate PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada kuartal I 2021 turun 14 persen jika dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Perusahaan yang sahamnya sebagian kini sudah dimiliki PT Aneka Tambang Tbk ini mencatatkan produksi nikel dalam mate dalam kurun waktu Januari hingga Maret mencapai 15.198 metrik ton (MT) dari posisi para periode yang sama di tahun lalu 17.614 MT. Realisasi produksi tersebut juga tidak melebihi realisasi produksi akhir tahun lalu atau kuartal IV 2020 sebesar 16.445 MT.

CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia, Nico Kanter, mengatakan pada awal tahun ini kinerja operasional perusahaan masih dipengaruhi oleh pandemi Covid-19, dimana perusahaan sangat concern terhadap penanganan pandemi.

Baca Juga

“Pada kuartal pertama 2021, perseroan berhasil mempertahankan keandalan operasionalnya setelah upaya kami menangani pandemi C19 yang semakin terarah. Kami bersyukur atas pencapaian ini,” kata Nico, Selasa (20/4).

Menurut Nico, masih lebih rendahnya realisasi produksi pada kuartal I tahun ini lantaran adanya aktivitas pemeliharaan alat-alat produksi. “Target produksi 2021 adalah sekitar 64 ribu ton. Perseroan juga merencanakan membangun kembali salah satu tanur listrik,” kata Niko.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA