Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

PAN Siap Jika Ditawarkan Isi Posisi Menteri

Selasa 20 Apr 2021 10:48 WIB

Red: Indira Rezkisari

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin saat memperkenalkan jajaran menteri baru dalam kabinet di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/12). Presiden disebut akan segera melakukan kembali perombakan kabinet atau reshuffle.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin saat memperkenalkan jajaran menteri baru dalam kabinet di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/12). Presiden disebut akan segera melakukan kembali perombakan kabinet atau reshuffle.

Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
PAN dalam posisi menunggu Istana soal reshuffle kabinet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Fraksi PAN DPR RI, Guspardi Gaus, mengatakan partainya memiliki banyak kader terbaik untuk menjadi menteri. Pernyatannya ditujukan jika Presiden Jokowi meminta PAN bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju.

"PAN siap berkontribusi bagi bangsa dan negara apa pun pos yang diamanatkan nantinya. Siapa pun orangnya bagi PAN tidak ada persoalan," kata Guspardi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/4).

Dia mengatakan, partainya belum menerima informasi yang utuh dari Istana terkait tawaran dalam kabinet. Beberapa hari ini mencuat kabar bahwa PAN diajak bergabung jika Presiden Jokowi melakukan perombakan kabinet atau reshuffle.

Menurut dia, sejauh ini PAN belum menerima secara resmi kepastian mengenai tawaran kabinet tersebut. Karena kabar merapatnya PAN ke pemerintah justru didapat dari informasi dari para pengamat politik dan media massa.

"PAN masih pada posisi menunggu pihak Istana. Kami belum mendapatkan informasi yang pasti terkait penunjukan menteri untuk pos baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta Kementerian Investasi, atau kementerian lain jika Presiden melakukan reshuffle," ujarnya.

Anggota Komisi II DPR RI itu mengatakan PAN menghormati apa pun keputusan Presiden Jokowi terkait wacana perombakan kabinet. Menurut dia, jika PAN diajak bergabung, itu merupakan apresiasi Presiden kepada partainya untuk memperkuat pemerintahan.

"Masuk atau tidak masuk dalam kabinet, posisi PAN tetap mendukung kebijakan pro-rakyat. PAN tetap menjalankan fungsi check and balance," katanya.

Guspardi mengatakan PAN mendukung jika Presiden mengambil langkah melakukan reshuffle kabinet agar roda pemerintahan makin baik. Menurut dia, semua keputusan yang akan diambil Presiden tentu sudah melewati pertimbangan politik, efektivitas dalam upaya peningkatan kinerja kabinet, demi kemajuan bangsa dan negara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA