Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Ditlantas Polda Metro Minta Pengguna Tol Laporkan Derek Liar

Kamis 15 Apr 2021 15:13 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya - Kombes Sambodo Purnomo Yogo

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya - Kombes Sambodo Purnomo Yogo

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Keberadaan derek liar kerap meresahkan dan memeras pengguna jalan tol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo meminta agar pengguna tol di wilayah Jakarta dan sekitarnya melaporkan keberadaan derek liar kepada polisi ataupun petugas tol terdekat. Sebab selama ini, keberadaan derek liar kerap meresahkan dan memeras pengguna jalan tol yang tengah membutuhkan pertolongan.

"Kami mengimbau kepada pengguna tol menjadi korban pemerasan derek liar segera melapor kepada polisi ataupun petugas tol terdekat," kata Sambodo saat dihubungi wartawan, Kamis (15/4).

Karena itu, Sambodo mengatakan, Ditlantas Polda MetroJaya akan melaksanakan operasinya secara intensif mulai Kamis (15/4) hari ini. Namun, ia tetap berharap agar mereka yang pernah dirugikan oleh aksi derek liar segera melapor ke pihak yang berwajib maupun pengawas tol.

Baca Juga

Sebelumnya, sebuah penggalan video berdurasi 45 detik yang direkam oleh seorang pengemudi truk, viral di media sosial. Dalam video tersebut tampak sejumlah oknum derek liar di dekat gerbang tol Halim, Jakarta Timur.

"Tolong saya diderek sama orang ini, dia memaksa, pukul-pukul kaca ini pak," ujar pengemudi sopir truk tersebut dalam video yang di unggah di akun @warung-jurnalis di  di Instagram, Kamis pagi.

Dalam caption video tersebut dijelaskan  kejadian itu merupakan aksi pemaksaan yang dilakukan oleh derek tidak resmi di dalam jalan tol. Diduga, pemaksaan dari derek tidak resmi di jalan tol, pelaku memaksa dengan dalih yang kurang jelas. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA