Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Ukraina Sebut Rusia Abaikan Permintaan Dialog

Selasa 13 Apr 2021 15:10 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Bendera Ukraina

Bendera Ukraina

Foto: euintheus.org
Ukraina ingin membahas soal penambahan pasukan Rusia di perbatasan

REPUBLIKA.CO.ID, KYIV -- Ukraina menuduh Rusia mengabaikan permintaan untuk pembicaraan antara presiden kedua negara, Senin (12/4). Kiev ingin menyinggung penambahan pasukan Moskow di dekat perbatasannya.

Juru bicara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Iuliia Mendel, mengatakan pemimpin negara telah mencoba dan sejauh ini gagal berbicara dengan Vladimir Putin tentang masalah tersebut. "Kantor presiden, tentu saja, meminta berbicara dengan Vladimir Putin. Kami belum mendapat jawaban dan kami sangat berharap ini bukan penolakan untuk berdialog," katanya.

Baca Juga

Sedangkan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan, belum melihat permintaan seperti untuk pembicaraan dalam beberapa hari terakhir. Namun, dia menyatakan ketidaktahuan jika ada yang dibuat baru-baru ini. Dia berharap kebijaksanaan politik akan berlaku di Kyiv dalam hal mengurangi eskalasi dan menghindari potensi perang.

Mendel menyatakan Rusia memiliki lebih dari 40 ribu tentara yang dikerahkan di perbatasan timur Ukraina dan lebih dari 40 ribu tentara di Krimea. Sekitar 50 ribu dari semua tentara itu adalah penempatan baru. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, dalam kunjungannya ke Mesir mengatakan, seharusnya AS yang perlu diberi pertanyaan untuk dijawab tentang kegiatannya di dan sekitar Ukraina, bukan Rusia.

"Pertanyaan sedang diajukan tentang apa yang dilakukan Rusia di perbatasan dengan Ukraina. Jawabannya sangat sederhana. Kami tinggal di sana, itu negara kami. Tapi apa yang dilakukan Amerika Serikat ribuan kilometer dari wilayahnya sendiri dengan kapal perang dan pasukannya di Ukraina?" kata Lavrov.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA