Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Masjid Istiqlal tak Gelar Buka Puasa dan Sahur Bersama

Selasa 13 Apr 2021 02:17 WIB

Red: Nur Aini

Pada Ramadhan tahun ini masjid Istiqlal melaksanakan shalat tarawih dengan membatasi jumlah kapasitas jamaah hanya untuk 2.000 orang.

Pada Ramadhan tahun ini masjid Istiqlal melaksanakan shalat tarawih dengan membatasi jumlah kapasitas jamaah hanya untuk 2.000 orang.

Foto: Prayogi/Republika
Masjid Istiglal juga meniadakan iktikaf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Masjid Istiqlal Faried F. Saenong mengatakan bahwa pengelola masjid tak akan menggelar buka maupun sahur bersama, sebagai upaya mengurangi kerumunan dan memutus rantai penularan Covid-19.

"Istiqlal tidak ada buka puasa dan sahur bersama. Iktikaf juga tidak karena masih pandemi Covid-19," ujar Faried dalam konferensi pers secara virtual, Senin (12/4).

Farid mengatakan pihaknya sengaja tidak membuka kegiatan buka maupun sahur bersama seperti saat sebelum pandemi. Pasalnya pengelola ingin mengantisipasi dari penularan Covid-19, kendati pemerintah telah memberikan kelonggaran aktivitas saat Ramadhan. Namun untuk aktivitas ibadah seperti salat tarawih, Masjid Istiqlal hanya membuka kapasitas 30 persennya saja atau di bawah saran dari pemerintah yakni 50 persen. Dengan begitu, kapasitas yang diperbolehkan hanya sekitar 2.300 orang dari total 250 ribu orang.

Baca Juga

"Pandemi ini kita hanya mengambil atau mentok dulu jumlah 2.300 orang itu per hari. Hanya di lantai utama, tidak tak memakai lantai-lantai lainnya," ujar dia.

Adapun masyarakat yang ingin beribadah di Istiqlal, mereka harus mendaftarkan diri melalui aplikasi E-Istiqlal. Menurut Faried, hal itu ditujukan agar memudahkan pengelola dalam mencatat setiap orang yang masuk atau sebagai upaya tracing jika ada kasus Covid-19.

"Para jemaah yang mau datang ke Istiqlal diharapkan mendownload aplikasi kita sudah bisa di android dan Ios, dengan aplikasi itu kita bisa memudahkan tracing jika ada kasus (Covid-19), karena ini bukan masjid komunitas, jadi tempat singgah dan sebagainya juga, jadi harus diantisipasi juga," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA