Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Ini Alasan Para Pakar Terkait Pentingnya Berjemur

Ahad 11 Apr 2021 15:54 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Berjemur mampu meredakan gejala hingga meredam peradangan.

Berjemur mampu meredakan gejala hingga meredam peradangan.

Foto: Flickr
Berjemur mampu meredakan gejala hingga meredam peradangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian baru menyebut berjemur dapat mengurangi risiko kematian akibat Covid-19. Para ilmuan mengatakan, berjemur membuat kulit melepaskan bahan kimia yang meredakan gejala hingga meredam peradangan.

Peneliti dari University of Edinburgh, Richard Weller mengatakan masih banyak yang belum dipahami tentang Covid-19, yang telah mengakibatkan begitu banyak kematian di seluruh dunia. “Hasil awal ini menyatakan paparan sinar matahari sebagai salah satu cara yang berpotensi mengurangi risiko kematian,” kata Weller dilansir mirror.co.uk, Ahad (11/4).

Penemuan itu didasarkan pada orang-orang yang tinggal di Inggris, Italia, dan AS. Studi tersebut menemukan bahwa daerah di AS dengan tingkat sinar UVA tertinggi memiliki lebih sedikit kematian akibat Covid-19. Studi itu didasarkan data dari Januari hingga April 2020 di 2.474 daerah.

Baca Juga

Analisis diulangi di Inggris dan Italia, dengan hasil yang sama. Di daerah yang cerah, tingkat kematian akibat virus corona turun, dan temuan itu dapat bertindak sebagai intervensi kesehatan masyarakat secara sederhana.

Rekan penulis, Profesor Chris Dibben, yang merupakan ketua geografi kesehatan di Edinburgh mengatakan hubungan antara kematian, musim, dan ruang gerak karena Covid-19 cukup mencolok. Para peneliti memperhitungkan faktor-faktor yang diketahui terkait dengan peningkatan paparan virus dan risiko kematian. Ini termasuk usia, etnis, status sosial ekonomi, kepadatan penduduk, polusi udara, suhu, dan tingkat infeksi di daerah lokal.

Penurunan kematian tidak dapat dijelaskan dengan tingkat vitamin D yang lebih tinggi. Hanya area dengan tingkat UVB yang tidak mencukupi untuk memproduksinya di dalam tubuh yang dimasukkan.

Prof Dibben dan rekannya mengatakan paparan sinar matahari juga menyebabkan kulit melepaskan oksida nitrat, yang bisa menjadi penjelasan. Para ilmuan memperkirakan kondisi itu mengurangi kemampuan virus untuk bereplikasi, seperti yang telah ditunjukkan dalam percobaan laboratorium.

Penelitian sebelumnya dari kelompok yang sama menunjukkan sinar matahari juga meningkatkan kesehatan jantung. Dengan begitu, kondisi itu mengurangi tekanan darah, melindungi dari serangan jantung. Penyakit kardiovaskular adalah komplikasi dari Covid-19.

Peneliti juga menemukan paparan sinar matahari meredakan eksim dengan melepaskan oksida nitrat ke dalam aliran darah. Bahan kimia tersebut mengaktifkan sel kekebalan khusus yang disebut sel T regulator yang memadamkan peradangan. Studi terbaru yang diterbitkan dalam British Journal of Dermatology, dapat mengarah pada perawatan Covid-19 yang potensial.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA