Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Pemerintah akan Relokasi Rumah Warga Terdampak Bencana NTT

Jumat 09 Apr 2021 14:20 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Nur Aini

Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo.

Foto: KEMENLU/ANTARA FOTO
Rencana relokasi rumah warga akan dilakukan dengan persetujuan masyarakat setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pemerintah akan merelokasi rumah warga yang terdampak bencana di Kabupaten Lembata, NTT. Saat meninjau lokasi bencana, Presiden menyebut rencana relokasi rumah warga akan dilakukan dengan persetujuan masyarakat setempat.

"Daerah yang terdampak ini nanti, tadi saya sudah berbicara dengan Gubernur NTT dan juga dengan Bupati Lembata, nanti dengan persetujuan masyarakat lokasi ini akan dipindahkan, akan direlokasi," ujar Jokowi, Jumat (9/4).

Baca Juga

Menurutnya, rencana relokasi pemukiman warga ini akan dilakukan secepatnya. Pemerintah juga akan segera membangun rumah-rumah warga terdampak.

Berdasarkan data yang diterimanya, korban banjir bandang di Kabupaten Lembata ini menelan korban jiwa terbanyak. Total korban jiwa akibat bencana di NTT ini mencapai 163 orang dan 45 orang lainnya masih dalam pencarian.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga menyampaikan duka cita terhadap keluarga korban bencana.

"Saya secara pribadi dan mewakili pemerintah mengucapkan duka yang mendalam atas korban yang ada. Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan diberikan tempat yang terbaik dan yang ditinggalkan diberikan keiklasan dan kesabaran," ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur juga telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang, longsor, dan gelombang pasang yang terjadi di wilayahnya. Status tersebut ditetapkan terhitung mulai 4 hingga 17 April 2021 mendatang untuk mempercepat proses pemulihan wilayah setempat selepas bencana.

Dalam kunjungan kerja ini, Presiden didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BNPB Doni Monardo, Kepala Basarnas Henri Alfiandi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA