Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Percepat Vaksinasi, Kemenkes Kerja Sama dengan Halodoc

Selasa 02 Mar 2021 11:26 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ratna Puspita

 Seorang pria menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac.

Seorang pria menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac.

Foto: EPA-EFE/BAGUS INDAHONO
Pemerintah berupaya menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dalam waktu satu tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama PT Media Dokter Investama sepakat untuk menandatangani perjanjian kerja sama mengenai pelaksanaan program vaksinasi nasional Covid-19. Penandatanganan berlangsung di Kantor Kementerian Kesehatan pada Senin (1/3). 

“Untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi program tersebut, pada hari ini kita melaksanakan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Kesehatan dengan PT Media Dokter Investama, yang lebih kita kenal dengan Halodoc,” kata Sekretaris Jenderal Oscar Primadi seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Selasa (2/3).

Kolaborasi ini sejalan dengan ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Aturan mengizinkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, badan usaha milik negara atau badan usaha swasta, organisasi profesi/kemasyarakatan, dan pihak lainnya yang dipandang perlu soal vaksinasi.

Baca Juga

Terkait kerja sama ini, Kemenkes dan Halodoc akan melakukan peresmian pusat pelayanan vaksinasi Covid-19 melalui drive-thru di JIExpo Kemayoran, Rabu (3/3) besok. Fasilitas drive-thru ini diharapkan dapat melayani ribuan masyarakat lanjut usia dan terus berkembang untuk turut mencakup target vaksinasi prioritas pemerintah lainnya.  

Oscar mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk public privat partnership sebagai salah satu solusi untuk mempercepat program vaksinasi nasional bagi 181,5 juta penduduk Indonesia yang ditargetkan rampung dalam waktu 1 tahun. Ia menambahkan, pemerintah memahami untuk mencapai target tersebut tidak akan tercapai tanpa dukungan dan komitmen dari seluruh komponen bangsa termasuk pihak swasta agar tujuan vaksinasi bisa segera tercapai. 

Baca juga : Vaksinasi Covid-19 Turunkan Kematian Dokter? Ini Kata IDI

“Kami menyadari bahwa pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tidak akan dapat berhasil dan mencapai tujuannya, jika dilaksanakan tanpa dukungan yang luas, dengan demikian kami mengharapkan peran serta semua pihak agar vaksinasi Covid-19 dapat dilaksanakan dengan sukses sesuai harapan kita semua,” katanya.

Oscar mengatakan, program vaksinasi nasional Covid-19 merupakan langkah besar pemerintah untuk mempercepat pengendalian pandemi Covid-19 di Tanah Air. Sebab, ia mengatakan, dengan vaksinasi diharapkan akan tercipta kekebalan kelompok sehingga makin banyak yang terlindungi dari potensi penularan Covid-19.

“Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd imunity), dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Dia menjelaskan selain mempercepat tercapaianya target vaksinasi, kemitraan ini juga akan membantu pemerintah melakukan proses monitoring dan evaluasi, sehingga pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bisa berlangsung secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. “Semoga bangsa kita mampu menanggulangi Covid-19 dengan baik” katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA