Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Masih Ada Enam Santri di Tasikmalaya Jalani Isolasi

Jumat 26 Feb 2021 12:44 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19

Foto: Pixabay
Keenam santri itu masih di rawat dan menjalani isoslasi di rumah sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kasus penyebaran Covid-19 di Pesantren Persis 67 Benda Kota Tasikmalaya belum sepenuhnya usai. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya hingga Jumat (26/2), masih terdapat sejumlah santri yang menjalani isolasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan, masih ada enam orang santri yang menjalani isolasi. Sebanyak empat santri masih diisolasi di Rumah Sakit (RS) Dewi Sartika dan dua orang di RS Purbaratu. "Sisa santri yang masih di rawat enam orang," kata dia ketika dikonfirmasi, Jumat.

Ia menjelaskan, para santri itu belum diizinkan pulang lantaran masih memiliki gejala. Gejala yang masih dirasakan santri rata-rata batuk dan pilek.

Baca Juga

Menurut Asep, enam santri yang masih menjalani isolasi itu akan segera dipulangkan dalam waktu dekat. "Kalau tak hari ini, insyaallah besok bisa pulang," kata dia. 

Kasus penyebaran Covid-19 di Pesantren Persis 67 Benda Kota Tasikmalaya bermula ketika ditemukan sejumlah santri terkonfirmasi positif beberapa pekan lalu. Kemudian, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya melakukan tes swab massal kepasa seluruh penghuni pesantren, termasuk santri, pengajar, dan guru. Hasilnya, total terdapat 389 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ratusan santri, pengajar, dan karyawan pesantren itu diisolasi di sejumlah tempat, di antaranya asrama pesantren, Hotel Crown, RS Dewi Sartika, RS Purbaratu, dan RSUD dr Soekardjo. Namun, sejak Selasa (23/2) para santri dan pengajar sudah mulai selesai menjalani isolasi dan diperbolehkan pulang.

Saat ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di pesantren itu dihentikan sementara. Para santri menjalani pembelajaran secara dari dari rumah masing-masing.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA