Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Keluarga Tewas di Blitar, Polisi: Ada Luka di Leher Anak

Ahad 31 Jan 2021 07:07 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Garis Polisi. Aparat Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, melakukan pemeriksaan pada ketiga jenazah masih satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia di Desa Sumberejo Kabupaten Blitar.

Ilustrasi Garis Polisi. Aparat Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, melakukan pemeriksaan pada ketiga jenazah masih satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia di Desa Sumberejo Kabupaten Blitar.

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Polisi memastikan ayah dalam keluarga itu meninggal karena gantung diri.

REPUBLIKA.CO.ID, BLITAR -- Aparat Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, melakukan pemeriksaan pada ketiga jenazah masih satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia di Desa Sumberejo Kabupaten Blitar. Polisi menemukan ada luka di bagian leher pada kedua anak korban.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan polisi terus bekerja keras mengungkap terkait dengan peristiwa tersebut termasuk mengetahui dengan pasti penyebab kematian korban. "Untuk gantung diri korban Suyani (ayah) sudah dapat kami pastikan. Memang benar kematian akibat gantung diri dan untuk pendalaman lebih kedua anaknya bahwa bagian leher ditemukan luka lebam atau lecet pada leher kedua anaknya," katanya di Blitar, Sabtu (30/1).

Baca Juga

Ia mengungkapan luka pada leher itu dari hasil pemeriksaan luar yang telah dilakukan oleh petugas. Luka itu mengakibatkan kematian kepada dua anak korban, yakni Nanda Finza Fransisca (22) dan Samuel Ardyan Pradana (10).

Menurut dia, luka di leher itu adalah titik tekan. Luka itu bukan karena hantaman melainkan karena ditekan. "Mungkin ditekan dengan dicekik, mungkin saja terjadi. Kami akan validkan lebih lanjut dengan barang bukti yang kami temukan di TKP (tempat kejadian perkara)," ujar dia.

Beberapa barang bukti itu seperti bantal serta boneka yang diketahui berlumuran darah. Barang itu akan dilakukan pemeriksaan lebih dalam di Laboratorium Forensik Polda Jatim sehingga polisi bisa mengonstruksikan lebih terang apakah dicekik langsung atau media lain dengan bantal serta boneka.

Selain itu, polisi juga masih mendalami terkait dengan kondisi tubuh anak korban yang mengeluarkan busa apakah di tubuh korban ada racun atau tidak. Polisi juga sudah memeriksa lima orang saksi yang merupakan tetangga dan saudara korban. 

Polisi mendapatkan keterangan dari saudara korban yang merupakan pasangan suami istri, bahwa korban pernah bercerita pada bulan lalu akan meninggal dunia dan menitipkan anaknya. Saat itu, kerabat korban menganggap bahwa yang disampaikan korban bukan hal yang serius. 

Menanggapi keluhan korban, keluarga juga menganjurkan agar yang bersangkutan beribadah ke gereja. "Dalam keluhannya dadanya terasa sesak dan panas. Kami juga cek rekam medik, beberapa pekan sebelum kejadian ini informasi-nya dirawat di rumah sakit swasta di Blitar dan juga pernah konsultasi ke hal yang sifatnya psikologis. Kami akan cek kembali keluhan apa yang disampaikan korban pada waktu itu," ujar Kapolres.

Sebelumnya, tiga orang yang masih satu keluarga ditemukan meninggal dunia, pada Jumat (29/1). Mereka adalah ayah serta dua orang anaknya, warga Desa Sumberjo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA